Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Bontang

Bangun Turap, Gunakan Strategi Perang

Published

on

Dibaca normal 2 menit

BONTANG – Pengerjaan turap di Sungai Bontang Jalan KS Tubun Kelurahan Api-Api tak semudah yang dibayangkan. Kondisi pasang surut air sungai menjadi kendala tersendiri bagi para prajurit TNI yang bekerja di sana. Sehingga, dibutuhkan strategi khusus agar proses pembangunan tetap berjalan maksimal seperti yang diharapkan. Hal ini disampaikan Komandan Satuan Setingkat Kompi (SSK) Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-102, Kapten Arh Basuki.

“Perlu strategi perang. Karena kalau pagi, air pasang sampai jam satu siang. Jadi pekerjaan bisa efektif setelah air surut,” ujarnya saat ditemui di sela-sela kesibukannya di Sungai Bontang, belum lama ini.

Perwira yang juga sebagai Danramil 0908-02/Muara Badak itu menuturkan, salah satu taktik yang dia terapkan bersama Satgas TMMD lainnya adalah menaikkan turap setinggi satu meter setiap harinya. Ini dilakukan agar proses konstruksi tetap berjalan dan tidak terhambat pada saat debit air tinggi atau pasang.

“Selain debit air yang tidak menentu. faktor cuaca juga jadi hambatan bagi satgas TMMD di lapangan,” ucapnya.

Meski begitu pihaknya tetap optimistis, tiga kegiatan fisik yang telah berjalan selama program TMMD tahun ini bisa rampung tepat waktu pada waktunya.

“Kami optimis rampung sesuai jadwal. Harus tetap semangat apapun kendala di lapangan. Dan yang paling penting jaga keselamatan saat bekerja,” tuturnya.

Meski setiap hari harus bergelut dengan lumpur, namun semangat para prajurit TNI yang mengerjakan turap sungai Bontang tak pernah pudar. Tampak para prajurit setiap harinya turut membagi tugas di lapangan, Ada yang merancang konstruksi turap, ada pula yang menggali galian pondasi sekira 4-5 meter dengan kedalaman 40-50 sentimeter setiap harinya. Ini dilakukan agar pondasi bisa kuat dan kokoh. Kata Kapten Basuki, penggalian ini biasanya dilaksanakan mulai pukul 14.00 Wita saat air sungai sedang surut. Kondisi kontur tanah yang lembek dan lengket, turut menjadi tantangan tersendiri bagi para Satgas TMMD.

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments