oleh

Harga Ayam Tembus Rp 65 Ribu Masyarakat Mulai Beralih ke Ayam Beku

SANGATTA – Harga sejumlah komoditas di Pasar Sangatta, Kutim mengalami lonjakan tinggi. Menurut pantauan wartawan Sangatta Post, harga cabai, telur, hingga ayam meningkat lebih mahal dari sebelumnya.

Kiki Amelia (31), warga Gang Musala Sangatta Utara, mengeluhkan sulitnya mencari daging ayam segar di pasaran. Dia merasa geram saat akan mengadakan acara pengajian di rumahnya.

“Saya keliling dari pasar Induk sampai ke Sangatta Selatan, banyak kosong. Langganan saya juga tutup. Padahal mau yasinan di rumah. Memang ada penjual ayam tapi mahal sekali, sekira Rp 65 ribu. Kalau beli 10 saja, habis uang sebelum beli bahan lain,” keluhnya saat ditemui di Pasar Sangatta Selatan, Minggu (22/7).

Lebih lanjut, dirinya menceritakan mencari alternatif lain, yakni dengan membeli ayam beku di grup sosial media “forum jual beli Kutim”. Namun Kiki merasa ketidakpuasannya dengan produk yang dibelinya.

“Mau tidak mau saya beli ayam beku yang ditawarkan pedagang di ‘facebook’, entah darimana asalnya. Tapi karena butuh, jadi ambil saja. Memang lebih murah, hanya Rp 55 ribu saja. Tapi rasanya ya begitu saja,” keluhnya.

Di tempat berbeda, Rahim, seorang pedadang di Pasar Induk Sangatta Utara, mengatakan, sudah beberapa hari penjualan daging ayam mengalami kenaikan yang melambung. Tidak mengetahui pasti alasannya, sehingga dengan terpaksa mengharuskan dirinya menjual dengan harga yang tinggi pula.

“Modalnya saja sudah tinggi, jadi saya juga harus menaikkan harga. Tidak tahu kenapa naik, pokoknya saya jualan mengikuti keadaan saja,” ungkapnya.

Kenaikan itu diperkirakan mencapai Rp 5-10 ribu. Pada media, dia mengeluhkan banyaknya pelanggan yang merasa keberatan dengan harga jualnya. Baginya hal seperti itu sangat lumrah.

“Ya banyak ibu-ibu yang komplain, mereka bilang kenapa kami menaikkan harga sesukanya. Padahal saya juga dapat harga dari pemasoknya,” terang pria berusia 42 tahun ini.

Bagikan berita ini!
  • 2
    Shares
loading...