oleh

Caleg Dilarang “Mendua” Wajib Pilih Satu Parpol Jika Maju Wakil Rakyat

SAMARINDA – Verifikasi administrasi bakal calon legislatif (bacaleg) yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim mengungkap beberapa fakta. Salah satunya terdapat bacaleg yang masih menjadi anggota DPRD Kaltim, namun mencalonkan diri menggunakan partai politik (parpol) yang berbeda dengan partai yang mengantarkannya di legislatif pada pemilu 2014.

Komisioner KPU Kaltim menyebut, pada dasarnya sah-sah saja bagi bacaleg yang berstatus wakil rakyat mencalonkan diri menggunakan parpol berbeda di Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019. Namun demikian, ada syarat tambahan yang harus dipenuhi.

Ida membeberkan, pasal 240 ayat 1 Peraturan KPU (PKPU) Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pencalonan Anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabuaten/Kota mengharuskan calon memiliki kartu tanda anggota (KTA) parpol yang mencalonkannya.

“Otomatis kalau sudah punya KTA, itu sudah jadi anggota parpol baru. Karena kami tidak mengenal pencalonan dengan dua parpol,” jelasnya, Sabtu (21/7) lalu.

Begitu juga dengan status keanggotaannya di DPRD. Yang bersangkutan harus mengundurkan diri terlebih dahulu. Pasalnya ketika pencalonan, bacaleg harus melampirkan surat pernyataan bakal calon dan surat pengajuan pengunduran diri sebagai anggota DPRD.

Ada pula syarat lainnya seperti surat tanda terima pengunduran diri dan surat keterangan dari Sekretariat Dewan bahwa yang bersangkutan telah mengajukan pengunduran dirinya. “Dalam surat itu harus tercantum keterangan bahwa surat pengundurun diri yang bersangkutan sedang diproses,” kata Ida.

Surat tersebut, lanjut dia, harus dilampirkan di masa perbaikan dokumen bacaleg. Dengan catatan, paling lambat pada 31 Juli mendatang harus diserahkan pada KPU Kaltim. “Kemudian paling lambat satu hari sebelum penetapan DCT (daftar calon tetap, Red.), yang bersangkutan harus menyerahkan surat tanda telah diterima pengunduran dirinya oleh pimpinan DPRD,” ucapnya.

Bagikan berita ini!
  • 1
    Share
loading...