Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Bontang

Badak LNG Fasilitasi Pembentukan MPIG Bagi Pelaku Usaha Bawis

Published

on

Dibaca normal 1 menit

BONTANG – Komitmen Badak LNG dalam memberdayakan pelaku usaha terus dilakukan. Kali ini, perusahaan pengolah gas alam cair terbesar di Indonesia itu memfasilitasi kelompok-kelompok masyarakat di Bontang yang terlibat langsung dalam rangkaian bisnis terkait ikan bawis. Baik itu kelompok nelayan, kelompok pengolah produk ikan bawis, maupun kelompok yang memasarkannya.

Fasilitasi ini terlihat pada saat Badak LNG bersama Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) menggelar pertemuan dengan para pelaku usaha ikan bawis, Rabu (18/7) lalu di ruang pertemuan Balai Pendidikan dan Keterampilan Sekaya Maritim, Tanjung Limau, Bontang Baru.

Hadir mewakili manajemen Badak LNG, Angga Fakih G selaku Legal Specialist bersama Fasilitator Community Development (Comdev) Zwita Almaida, Kepala DKP3 Aji Erlynawati beserta jajarannya, perwakilan Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar), serta Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan (Diskop-UKMP).

Dalam sambutannya, Angga menjelaskan, pertemuan tersebut digelar dalam rangka mensosialisasikan indikasi geografis dan pembentukan organisasi Masyarakat Peduli Indikasi Geografis (MPIG). Selain itu, digelarnya pertemuan tersebut juga bertujuan untuk berkoordinasi mempersiapkan kunjungan lapangan tim dari Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (Dirjen HKI) yang dijadwalkan akan datang ke Kota Taman awal Agustus 2018 mendatang.

“Pembahasan pembentukan MPIG ini sebagai salah satu syarat dalam pengajuan Indikasi Geografis (IG) ikan bawis Bontang. Nantinya yang mengajukan permohonan Indikasi Geografis ini adalah kelompok MPIG di bawah naungan DKP3 Bontang. Sementara, Badak LNG berperan sebagai inisiator dan fasilitator yang memfasilitasi pengajuan ke Dirjen HKI,” ujar Angga.

Menanggapi wacana tersebut, Kepala DKP3 Aji Erlynawati menyambut baik apa yang dilakukan Badak LNG dalam pembinaan, utamanya kepada para pelaku usaha ikan bawis di Kota Taman. Dirinya berharap, keterlibatan dan partisipasi dari Badak LNG dapat mempercepat pembentukan MGIP. Sehingga proses pematenan dan perlindungan terhadap indikasi geografis ikan bawis Bontang bisa segera terealisasi.

“Jika sudah mendapat perlindungan, tentu akan turut mengharumkan nama Kota Bontang,” tukasnya. (ra/bbg/adv)

Advertisement
Comments