oleh

Koperasi Pedalaman Raih Penghargaan Nasional  Diskop-UKM Kutim Berharap Bisa Jadi Inspirasi Koperasi Lainnya 

SANGATTA – Tidak disangka koperasi yang berlokasi di pedalaman mampu mengukir prestasi di tingkat nasional. Koperasi tersebut yaitu Koperasi Karya Sejahtera di Desa Miau Baru, Kecamatan Kongbeng, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), yang sukses meraih penghargaan dalam kategori Koperasi Produsen. Penghargaan atas prestasi nasional itu diserahkan Ketua Dewan Koperasi Nasional (Dekopin) Nurdin Halid di Hari Koperasi Nasional ke-71 di Tangerang, Banten, belum lama ini.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Diskop-UKM) Kutim M Husaini mengatakan, setiap tahun Kementerian Koperasi RI melakukan penilaian terhadap semua koperasi di Indonesia. Ada lima  jenis koperasi yang dinilai yakni koperasi konsumen, produsen, jasa, simpan pinjam, dan koperasi pemasaran.

“Diskop-UKM Kutim mengajukan empat koperasi maju ke tingkat provinsi. Ternyata hanya satu yang memenuhi syarat maju ke tingkat nasional dan berhasil meraih penghargaan. Ini kali pertama koperasi yang berbasis masyarakat meraih penghargaan tingkat nasional, sebelumnya pernah tapi koperasi karyawan perusahaan,” jelas Husaini.

Sementara itu Sekretaris II Koperasi Karya Sejahtera Yonatan Luhat mengucapkan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan semua pihak baik pengurus, mitra kerja maupun Pemkab Kutim. Khususnya Diskop-UKM Kutim yang telah membina, membimbing hingga mengantarkan koperasi ini berjaya di kancah nasional.

“Ada 50 koperasi dari seluruh nusantara yang bersaing di lima kategori. Proses seleksi mulai dari kabupaten, provinsi, hingga di kementerian. Dari Kaltim dua yang lolos yakni Balikpapan dan Kutim,” ungkap Yonatan saat ditemui, Rabu (18/7) lalu.

Untuk diketahui, Koperasi Karya Sejahtera telah terbentuk sejak 1999. Hasil produksi dari koperasi ini sebanyak 3.000 hingga 5.000 ton sawit per bulannya. Sedangkan pola yang diterapkan dalam pembagian hasilnya masih mengacu 80:20. Artinya 80 persen dipergunakan untuk pengeloaan kebun hingga angsuran ke bank. Sedangkan 20 persennya diberikan ke anggota per bulan, yang nilainya berkisar Rp 1 juta. (hms7/ver)

Bagikan berita ini!
  • 3
    Shares
loading...