oleh

Jika Terbukti Bersalah, FW Terancam Dipecat dari ASN Wabup: Pegang Senjata Wajib Ikut Aturan

SANGATTA – FW (35), pria yang diamankan pihak kepolisian beberapa waktu lalu lantaran kedapatan membawa senapan rakitan, terancam dipecat dari Aparatur Sipil Negara (ASN), jika perbuatannya itu terbukti bersalah. Diperkuat  keluarnya putusan pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap.

Dalam Pasal 1 ayat (1) UU RI Nomor 12 /DRT tahun 1951, pengguna senjata api tanpa izin diancam hukuman mati. Begitupun yang terdapat pada undang – undang darurat No. 12 Thn 1951 Tentang kepemilikan senjata api ilegal.  Dalam UU tersebut dikatakan,  barang siapa tanpa hak, membuat, menyimpan, menggunakan senjata api tanpa izin dari Polri, diancam dengan hukuman mati atau penjara selama 20 tahun.

Hal ini dipertegas pada pasal 247 tentang pemberhentian PNS, karena melakukan tindak pidana atau penyelewengan.  PNS dapat diberhentikan dengan hormat atau tidak, karena dihukum penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap, karena melakukan tindak pidana dengan hukum pidana penjara paling singkat 2 (dua) tahun dan pidana yang dilakukan tidak berencana.

“Dilihat nanti. Kita lihat putusannya,” ujar Wakil Bupati,  Kasmidi Bulang.

Siapa saja dibenarkan memegang senjata, termasuk PNS. Tetapi ingat, harus mengikuti aturan. Tak dapat sembarangan. Paling utama dibutuhkan sertifikasi.

“Kalau mau pegang senjata ikut aturan. Sertifikasi juga. Jadi masalah ini sudah kami komunikasikan,” katanya.

Seperti dirinya, mantan anggota DPRD ini mengaku memiliki senjata. Namun,  tahapan dilakukan. Yakni sertifikasi terlebih dahulu.

“Saya sendiri ikut sertifikasi untuk olahraga. Aturan kami tegas. Kalau mau ikut aturan,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, FW (35) warga Jalan APT. Pranoto, Gang Etam RT 35, Desa Sangatta Utara, terpaksa harus berurusan dengan Polres Kutim. Pasalnya, FW diduga membawa senapan rakitan atau senjata api.

Bagikan berita ini!
  • 1
    Share
loading...