Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Sangatta

Sering Nombok, PPK Siap Mengundurkan Diri Honor Tidak Sesuai Pengeluaran

Published

on

Dibaca normal 2 menit

SANGATTA – Jelang Pemilu 2019 mendatang, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di 18 kecamatan se-Kutim siap mengajukan pengunduran diri. Hal tersebut dikarenakan minimnya anggaran yang dikucurkan pada mereka.

Koordinator PPK Kutim, Mursalim mengatakan, pihaknya sudah dua kali menombok dalam kegiatan rapat pleno. Baginya kejadian seperti itu sangat merugikan PPK, terutama yang berasal dari kecamatan terjauh.

“Kami sudah dua kali rapat pleno, selama itu pula kami talangi kebutuhan. Padahal ini kan ada dana dari APBN, tapi malah harus mengeluarkan uang pribadi,” ujarnya saat di wawancara, Senin (23/7).

Tidak hanya honor tersebut, bahkan uang TPS pun dipangkas sangat besar. Sangat tidak rasional, bahkan hingga saat ini dirinya mengaku tidak tahu alasan pasti mengapa itu terjadi.

“TPS sebelumnya Rp 600 ribu, sekarang hanya Rp 200 ribu, kan tidak sesuai. Uang transport juga berkurang. Sampai kemarin malam itu, PPK Sandaran sempat menangis, karena tidak ada dana untuk pulang-pergi. Bayangkan saja, perjalanan mereka ke Sangatta saja bisa mencapai Rp 4,5 Juta,” tandasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan tujuan pihaknya menyampaikan hal ini, guna mencegah terjadinya kecurangan. Pasalnya, peranan PPK sangat terbilang rentan.

“Kami ini jujur-jujuran saja sekarang. Sebenarnya kami menuntut agar bisa mencegah hal buruk supaya tidak terjadi. Jangan kami merasa tidak difasilitasi dan disogok sama oknum dari caleg. Atau gimana kalau KPU jadi kami dan kami jadi KPU. Kan enak terima beres,” katanya.

Dia memaparkan perihal gaji dan honor yang diterimanya tidak sesuai. Bahkan adanya aturan yang mengurangi jumlah anggota PPK terbilang memberatkan pihaknya.

“Sekarang gini, PPK yang tadinya lima orang, dikurangi menjadi tiga saja. Terus beban kerja bertambah, tapi honor tidak ada. Gimana kami tidak geram,” keluhnya.

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments