oleh

Harga Ayam Tembus Rp 100 Ribu Per Ekor Dijatah Hanya 30 Ekor, Banyak Pedagang Tutup Lapak 

BONTANG – Harga ayam kembali meroket di pasaran. Begitulah yang dikeluhkan ibu rumah tangga kebanyakan di Kota Taman. Setelah diprediksi turun pascalebaran lalu, kini harga daging ayam justru semakin melonjak. Harga di pasaran mencapai Rp 100 ribu per ekor, Senin (23/7) kemarin.

Taufik, salah satu pedagang ayam di Pasar Rawa Indah mengatakan, menjual ayam ukuran besar dengan harga Rp 100 ribu per ekornya. Sementara ayam ukuran 1,5 kilogram dia jual seharga Rp 50 ribu. “Kenaikan harga ayam ini sudah 10 hari, dan setiap hari harganya terus naik, kalau normalnya per kilogram Rp 20 ribu sampai Rp 25 ribu, ini bisa Rp 50 ribu,” ungkap Taufik saat ditemui di lapaknya, Senin (23/7) kemarin.

Taufik menyebut, naiknya harga ayam diakibatkan minimnya pasokan dari distributor. Dari biasanya dipasok 100 ekor, saat ini hanya dijatah 30 ekor. “Kalau kami protes terus ke distributor, nanti malah enggak dikasih jatah ayam. Makanya kami terima saja harganya naik,” terang dia.

Dikatakannya, ayam yang dia jual diambil dari distributor asal Berau. Mengingat di wilayah Bontang dan sekitarnya sudah tidak memasok ayam. “Mungkin masih ada (di Bontang, Red.) tetapi belum siap panen. Kadang ayam juga dikirim dari Balikpapan sampai Banjarmasin. Makanya kami bukannya mengada-ngada harga, tetapi memang kenyataannya pasokan ayam kurang banyak,” bebernya.

Sementara itu Idris, pedagang di pasar yang sama mengatakan dirinya menjual ayam per ekor mulai dari Rp 65 ribu hingga Rp 80 ribu. Ada juga ayam yang dijual seharga Rp 70 ribu per ekor, tergantung dari besarnya ayam. “Umumnya saya jual Rp 65 ribu. Ini memang sudah lama naik, tetapi 2 hari ini enggak ada ayam masuk dari distributornya,” jelas Idris.

Bagikan berita ini!
  • 413
    Shares
loading...