Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Sangatta

Gepeng Serang Kutim  Mantan Sekda Minta Satpol Tertibkan

Published

on

Dibaca normal 2 menit

SANGATTA- Lama tak ada tindakan, gelandangan dan pengemis (Gepeng) kembali menyerang Kutim. Hampir semua tempat dikuasai mereka. Mulai dari jalan raya,  pasar,  tempat rekreasi,  bank,  toko swalayan, dan bahkan ke rumah-rumah warga.

Tentu saja hal itu  membuat masyarakat resah. Seharusnya,  mereka yang mencari rejeki dengan cara mengemis segera ditindak aparat.

“Saya ke pasar ada pengemis.  Ke tempat rekreasi anak,  ada juga. Diam di rumah,  ada juga yang minta-minta. Salah satunya sumbangan masjid. Hampir setiap waktu saya melihat. Apalagi kalau ke pasar,” ujar Noor Masleha,  warga Sangatta Selatan.

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial,  Ernata Hadi Sujito.  Katanya cukup banyak gepeng yang masuk ke Kutim. Hanya saja tak terdata dengan baik. Sebab,  mereka semua berpindah-pindah.

“Bahkan yang sempat kami amankan sendiri ialah anak-anak yang meminta-minta di Taman Bersemi (tempat wisata di Sangatta Utara, Red.). Tetapi sudah kami tangani.  Kami berikan anaknya pendidikan dan orang tuanya usaha,” katanya.

Belum lagi yang ditangani Satpol PP dan diserahkan ke dissos. Cukup banyak. Bahkan terakhir ialah orang yang diduga mengalami gangguan mental. Yang terakhir akhirnya diamankan lantaran membahayakan warga. Saat berjalan dia selalu membawa senjata tajam yang terbuka.

“Kutim wajib bebas gepeng.  Targetnya 2019 ini. Karenanya,  bagi yang tertangkap kami berikan surat peringatan dan saksi,” katanya.

Untuk mereka yang beraksi di jalan atau di tempat  umum lainnya,  pihaknya menggandeng Satpol PP untuk menertibkan. Sedangkan di rumah-rumah warga,  dipasang stiker larangan meminta dan memberi.

“Kami tekankan kepada masyarakat agar tak memberi mereka. Karena ada sanksi yang akan diterima. Cara ini salah satu mengurangi jumlah pengemis. Sebab,  jika tak ada yang memberi,  pasti pengemis tidak datang ke Kutim,” katanya.

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca