oleh

IMB Restoran Coto Makassar Bakal Dievaluasi  Karena Disinyalir Jadi Penyebab Banjir

SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda berencana bakal mengkaji ulang izin mendirikan bangunan (IMB) milik salah satu restoran Coto Makassar yang berada di Jalan DI Panjaitan, Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda. Pasalnya, keberadaan bangunan tersebut disinyalir menjadi salah satu penyebab banjir di daerah tersebut.

Di sisi lain, pemilik bangunan diduga telah melakukan pelebaran bangunan hingga menutupi parit yang menjadi tempat pembuangan air.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretariat Kota (Setkot) Samarinda, Tejo Sutarnoto mengatakan, tidak hanya bangunan restoran Coto Makassar tersebut yang mendapatkan sorotan lantaran diduga melanggar sempadan sungai. Menurutnya, di daerah itu ada tiga bangunan lain yang juga diduga telah melanggar karena membangun di atas parit maupun sempadan sungai.

“Nanti kami kaji lagi izinnya. Apakah penertiban IMB-nya sudah sesuai atau tidak,” tutur Tejo saat disambangi awak media usai rapat di ruang Balai Kota Samarinda, Jalan Kusuma Bangsa, Senin (23/7) lalu.

Pemkot Samarinda sendiri belum turun ke lapangan untuk mengecek bangunan yang akan dievaluasi. Tejo mengungkap, sejauh ini pihaknya baru mendapatkan laporan dari pihak kecamatan dan kelurahan.

“Nanti akan kami koordinasikan kembali dengan pihak DPUPR (Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Red.) Samarinda untuk mengecek area bangunan tersebut. Kalau dari gambar yang diperlihatkan oleh pihak kecamatan/kelurahan setempat, bangunan dapurnya menutupi area parit,” tutur Tejo.

Lebih lanjut dikatakan, jika memang izin bangunan tersebut tidak sesuai IMB yang dikeluarkan, maka hanya akan ada dua kemungkinan. Apakah pemilik bangunan yang membongkar bangunannya atau pemkot yang akan melakukannya.

“Jika memang terbukti telah melanggar seperti melakukan pembangunan di sempadan sungai, tentu akan kami tertibkan,” tegasnya.

Terpisah, Ketua Seksi (Kasi) Pengawasan dan Pengendalian Pemanfaatan Ruang DPUPR Samarinda, Muchsin mengatakan, pihaknya akan mengkaji permasalahan terkait bangunan yang disinyalir menjadi penyebab banjir itu. “Nanti semua pemilik bangunan akan kami panggil. Totalnya ada empat,” ujar Muchsin.

Bagikan berita ini!
  • 4
    Shares
loading...