oleh

Media Sosial dan Pariwisata 

Oleh Muhammad Zulfikar Akbar

Redaktur Pelaksana Bontang Post

SAYA baru saja mengikuti pelatihan Promosi Wisata Kreatif melalui Media Sosial, Senin (23/7) lalu. Bukan sebagai peserta, namun turut berpartisipasi sebagai pemateri, atau istilahnya inspirator di acara tersebut.

Tema ini sungguh menarik, karena pelaku wisata di Bontang sudah aware dengan pentingnya promosi melalui media sosial. Hal inilah yang membuat saya langsung mengiyakan tawaran untuk menjadi pemateri di acara kali ini.

Saya pun memulainya dengan memaparkan data yang berkaitan dengan tema ini. Pada 2017, ada sekitar 143,26 juta masyarakat Indonesia yang terhubung dengan internet. Ini berarti ada lebih dari 54 persen dari penduduk Indonesia juga sudah menjadi penduduk dunia maya.

Data itu kemudian dikerucutan kembali berdasarkan kelompok usia. Ditemukan hasil, sekitar lebih dari 49 persen pengguna internet di Indonesia, adalah penduduk berusia 19-34 tahun. Saya menyebutnya ini adalah generasi Y, yang lahir di kurun waktu 70an akhir hingga 90an akhir.

Sementara 29,55 persen merupakan pengguna di kelompok usia 35-54 tahun. Mereka saya sebut adalah generasi X yang lahir di kurun waktu 60an hingga 70an. Sisanya, yakni 16,68 persen yang dihuni kelompok usia 13-18 tahun. Saya menyebutnya generasi Z yang lahir di kurun waktu 90an akhir hingga pertengahan 2000an. Dan 4,24 persen adalah kelompok usia di atas 54 tahun yang saya sebut generasi baby boomers yang lahir di sekitar tahun 40 hingga 50an.

Data yang saya peroleh dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) ini bisa jadi landasan awal untuk merancang strategi promosi yang tepat dari pelaku wisata kepada target audience-nya. Dari data ini pun sekilas bisa disimpulkan, jika generasi X, Y, dan Z adalah pasar potensial bagi para pelaku wisata untuk menggaet wisatawan. Sebenarnya, masih ada satu generasi lagi yakni generasi alpha, yaitu generasi yang lahir di tahun 2010 hingga saat ini.

Bagikan berita ini!
  • 2
    Shares
loading...