Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Sangatta

Marak UKM Miskin HKI Balitbang Target 40 Usaha Punya Hak Cipta

Published

on

Dibaca normal 1 menit

Masih banyak Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kutim yang belum memiliki sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Pemkab Kutim pun siap memfasilitasi para pengusaha untuk mendaftarkan usahanya.

——— —–

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kutim, Zubair menargetkan 40 pelaku usaha di sektor masyarakat bisa mengantongi sertifikat hak cipta produknya.

“Kami lakukan kerjasama dengan Baristand Samarinda, supaya dapat mendaftarkan wirausaha di Kutim agar bisa memiliki HKI,” ujarnya saat diwawancarai di Gedung Serba Guna, Bukit Pelangi, Rabu (25/7).

Lebih lanjut ia mengatakan, pihaknya memanggil seluruh pelaku usaha di Kutim,  merupakan kegiatan dari bentuk implementasi kerjasama yang telah disepakati penandatanganannya pada 20 Juli 2017 lalu. Dalam bentuk nota kesepahaman antara Badan Penelitian dan Pengembangan Industri Kementrian Perindustrian dan Pemkab Kutim.

“Kami undang semua pelaku usaha. Dalam undangan itu sudah ada keterangan untuk mereka membawa sejumlah persyaratan, agar dapat kami uruskan, supaya cepat dapat HKI-nya,” paparnya.

Menurutnya, HKI sangat penting. Guna melakukan pencegahan agar pembajakan hak cipta tidak terjadi di kalangan masyarakat. Dalam hal pemahaman akan pentingnya HKI Kutim, dinilai masih sangat tertinggal jauh dibandingkan daerah lain. Dia berharap adanya kerjasama ini dapat memajukan pengusaha lokal.

“Saya harap pelaku UKM bisa menangkap peluang ini sungguh-sungguh. Sekalian bisa mendaftarkan labelnya. Nanti ke depannya kami akan agendakan penelitian,” terangnya.

Di tempat yang sama, Kepala Seksi Standarisasi dan Sertifikasi Baristand Industri Samarinda, Tatik Purwanti mengatakan, hingga saat ini Kutim masih sangat minim mendaftar pada pihaknya dalam mengurus sertifikat HKI.

“Sebenarnya untuk mengurus HKI bisa lewat kami atau Disperindag, tapikan hasilnya sama saja, dikeluarkan oleh kementrian. Jadi dari Kutim ini mau kami bantu, minimal membawa perizinan Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT),” tutupnya. (*/la)

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca