Bontang

Wawali Kritik Kinerja Perusda AUJ 

“Perusda saat ini mati suri. (Programnya, Red.) hanya sebatas wacana, kalau sebatas wacana ya semua bisa berwacana,”

Basri Rase Wakil Wali Kota Bontang

BONTANG – Wakil Wali Kota Bontang Basri Rase mengkritik dan menyorot kinerja pucuk pimpinan Perusahaan Daerah Aneka Usaha dan Jasa (Perusda AUJ). Dikatakan Basri, hingga saat ini kinerja direktur baru belum memuaskan. Pasalnya program yang dijanjikan selama tampuk kekuasaan dipegang Direktur Perusda HM Zuchli Imran Putra masih sebatas wacana.

“Perusda saat ini mati suri. (Programnya, Red.) hanya sebatas wacana, kalau sebatas wacana ya semua bisa berwacana,” kata Basri

Menurutnya, perusda harus bisa lebih pesat dalam mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pasalnya, perusda berlabel plat merah mudah melakukan kerja sama dengan beberapa perusahaan besar di Bontang. Seperti PT Pupuk Kaltim dan PT Badak NGL.

Basri membandingkan ketika sebelum menjadi wakil wali kota, dirinya mampu berwiraswasta. Kala itu, ia harus meminjam perusahaan lain untuk mendapatkan pekerjaan. Oleh karena itu diperlukan jiwa enterprenuer untuk mencari peluang usaha yang ada.

“Harusnya dimanfaatkan peluang ini. Karena perusda merupakan perusahaan semi pemerintah. Jauh memiliki kekuatan hukum yang baik,” ujarnya.

Terkait dengan proses kerja sama, dirinya menyebut akan terasa mudah jikalau mengikuti regulasi dari mitra perusahaan. Situasi akan sulit bilamana perusda ikut mengatur mitranya. “Masa perusda minta kerjaan tidak diberi oleh perusahaan yang ada di Bontang. Kecuali kalau perusda yang mengatur mereka,” ungkap Basri.

Sebagai informasi, pada saat setelah pelantikan 29 Desember tahun lalu, Direktur Perusda HM Zuchli Imran Putra mengaku akan menjalin kerja sama dengan investor. Salah satunya terkait pengapalan kargo pupuk dengan menggandeng PT Pupuk Kaltim guna mewujudkan peluang itu.

Rencananya saat itu Imran menawarkan sistem bagi laba dengan pihak ketiga. Bahkan investor dari Balikpapan pun sudah dijalin komunikasi sejak sebelum pelantikan. Tak hanya itu, Imran juga akan memanfaatkan bisnis penerbangan. Dengan menggandeng PT Badak NGL selaku mitra usaha.

Terbaru, usaha developer juga diliriknya. Imran saat rapat dengar pendapat dengan Komisi II DPRD beberapa waktu silam mengatakan akan membangun hunian murah. Pertemuan dengan investor pun telah dilakukan saat berada di Pulau Dewata.

Perusda AUJ akan melakukan tinjauan akademis terlebih dahulu. Perihal berapa kebutuhan masyarakat akan perumahan murah serta lokasinya. Imran mengaku belum berbicara terlalu banyak terkait jumlah rumah maupun ukurannya dengan investor.

Terkait lahan, Imran mengaku akan menggunakan lokasi lahan milik pemerintah. Lokasinya berada di depan Gedung Aini Rasyifa, Berebas Tengah sebagai alternatif.

Hingga berita ini diterbitkan, Bontang Post belum bisa mengkonfirmasi Direktur Perusda AUJ. Ketika menghubungi, tiga nomor telpon yang dimiliki Direktur Perusda AUJ ini tidak dapat merespon. (ak)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button