oleh

PAN Membantah, Bawaslu Diminta Perluas Pelacakan

KETUA Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kukar, Supriyadi membantah partainya telah mengusung bakal calon legislatif (bacaleg) yang pernah tersangkut kasus korupsi. Dia menilai, data yang dirilis Bawaslu belum diklarifikasi pada pengurus partai.

Supriyadi membenarkan, Mahdalena selaku bacaleg Kukar pernah dikaitkan dengan kasus korupsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Namun dalam peninjauan kembali (PK) di Mahkamah Agung (MA), mantan anggota DPRD Kukar tersebut diputus tidak bersalah atau bebas.

“Makanya kami anggap beliau clear and clean dari kasus korupsi. Keputusan PK itu juga kolektif dengan anggota DPRD yang lain. Putusan itu kan sudah satu tahun yang lalu. Cuma kemarin waktu pendaftaran tidak dilampirkan,” tuturnya, Kamis (26/7) kemarin.

Pada masa perbaikan dokumen persyaratan bacaleg, lanjut Supriyadi, pihaknya akan menyerahkan salinan putusan MA tersebut pada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kukar. “Besok (hari ini, Red.) kami akan serahkan salinan pada KPU. Waktu pendaftaran itu kan kami tidak melampirkan salinan hasil PK itu. Karena tidak diminta oleh KPU,” tuturnya.

Dari penelusuran media ini, Mahdalena diputus bebas dalam PK di tingkat MA pada 2017. Putusan bebas lewat PK tersebut dilakukan oleh majelis hakim Timur Manurung, Surya Jaya, dan Sophian Marthabaya.

“Karena pengembalian kerugian negara dilakukan sebelum penyidikan, maka ketika penyidikan dilakukan, kerugian negara nyata-nyata sudah tidak ada lagi. Dengan demikian, perbuatan terdakwa bukan merupakan tindak pidana,”  demikian pertimbangan putusan PK tersebut.

Sebelum putusan bebas, Kejaksaan Negeri Tenggarong mendakwa Mahdalena bersama pimpinan dan anggota DPRD Kukar periode 2009-2014. Sebanyak empat wakil rakyat dinilai telah membuat anggaran ganda untuk perjalanan dinas.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menganggap perbuatan anggota dewan itu merugikan uang negara sebesar Rp 2,9 miliar. Hal itu terjadi akibat pembayaran biaya perjalanan dinas ganda. Khusus Mahdalena, ia diduga mendapatkan uang Rp 75 juta.

Bagikan berita ini!
  • 1
    Share
loading...