oleh

Pedagang Bendera Merah Putih Mulai Menjamur di Sangatta Penjualan Masih Sepi, Jual Demi Rasa Nasionalisme

Jelang hari kemerdekaan Indonesia, sejumlah ruas jalan Sangatta mulai dipenuhi pedagang umbul-umbul dan bendera merah putih.

————————-

Saat dikunjungi, salah satu pedagang yang menjajakan barangnya di Jalan Yos Sudarso 2, bernama Ade mengaku, rutin berjualan setiap tahun di lokasi yang sama. Dia menerangkan, bahwa barang bawaannya berasal dari luar daerah.

“Kami berasal dari Garut, Jawa Barat. Setiap jelang Agustus pasti jualan di Sangatta, Bontang, dan daerah lainnya,” paparnya saat disambangi, Jumat (27/7).

Sekira lima tahun lamanya, ia dan sepuluh kawan lainnya berjualan di sini. Menurutnya, di Sangatta masih sangat minim penjual seperti ini. Berbeda dengan di wilayahnya.

“Kalau di kampung saya rasanya semua orang bisa buat. Jadi kami dikirim sama bos ke Kalimantan,” katanya.

Tidak serta-merta menaruh dagangan di sembarang tempat. Pihaknya mengaku telah melakukan perizinan pada pihak kepolisian. Hal itu sebagai pencegahan agar barang jualannya tidak dianggap ilegal.

“Kami sudah diizinkan, hanya saja kata polisi jangan di pohon. Jadi kami pajang gunakan tali panjang,” jelasnya.

Lelaki berusia 35 tahun tersebut menjelaskan pendapatannya perhari tidak banyak. Hanya segelintir orang yang mau membeli barang dagangannya. “Setiap hari ada saja yang beli, hanya tak banyak. Paling-paling gantungan merah putih yang kecil,” ujarnya.

Namun Ade tak memusingkan hal itu. Menurutnya hal itu biasa terjadi. Pasalnya saat ini belum memasuki Agustus. Biasanya tingkat keramaian terjadi pada sepekan sebelum 17 Agustus.

Tidak repot, saya berjualan seperti ini yang penting merah-putih tetap mewarnai Indonesia. Masa Kutim kalah dengan daerah lain,” pungkasnya.

Sebagai warga negara yang baik, ia mengaku rela berjualan lintas pulau hanya ingin rasa nasionalisme tetap terjaga di hati seluruh warga. Menurutnya di Kutim sangat minim penjual bendera. Ade merasa daerah ini perlu untuk hal ini.

Bagikan berita ini!
  • 1
    Share
loading...