Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Sangatta

10 Pelajar Kutim ke Korsel  Syarat Kuasai Bahasa Inggris, Ikuti Jambore Internasional 

Published

on

Dibaca normal 1 menit

SANGATTA – Sepuluh pelajar di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) berhasil terpilih mengikuti Jambore Internasional di Korea Selatan (Korsel). Mereka adalah Siti Youliah, Yolan Fitri Aryani, Susi Nordalena Irim, Karima Indriawati, Dita Asmara, Eni Lismawati, Gabriel Z Katie, Nidia, Andika Saputra, dan Pepen Apendi.

Sebelum bertolak ke negeri ginseng tersebut, mereka pun dilepas Wakil Bupati (Wabup) Kutim Kasmidi Bulang, di halaman Kantor Bupati, Kawasan Bukit Pelangi, Jumat (27/7) kemarin.

Sekretaris Kwarcab Pramuka Kutim, Supratman menjelaskan, para peserta yang ikut merupakan penegak dan penggalang. Mereka terpilih dari hasil seleksi dan sebagian ditunjuk langsung karena memiliki kemampuan berbahasa Inggris dengan baik.

“Syarat utama untuk mengikuti kegiatan ini adalah memiliki kemampuan berbahasa Inggris dengan baik,” jelas Supratman.

Dia menuturkan, mereka yang terpilih berasal dari berbagai Kecamatan. Seperti Busang, Sangkulirang, Kaliorang, Muara Wahau, dan Sangatta.

“Rencananya mereka akan berangkat pada Minggu malam (29/7) dan akan mengikuti TC (Training Center, Red) di Taman Bunga Cibubur, Jakarta terlebih dulu. Selanjutnya pada Rabu (1/8) depan, baru lah mereka  menuju Korea Selatan dan kembali ke Kutim Sabtu (11/8) mendatang,” paparnya.

Sementara itu, Wabub Kasmidi mengungkapkan, banyak daerah yang tidak bisa mengikuti kegiatan seperti ini. Namun di Kutim, hampir setiap tahun mengutus kontingen berangkat mengikuti Jambore Internasional.

“Kami berharap adik-adik ini, dapat memanfaatkan kesempatan dengan baik, karena jarang ada kesempatan seperti ini. Pesan saya juga jaga kesehatan selama karantina, berangkat hingga pulang. Karena kemungkinan cuacanya di sana beda dengan kita (di Kutim, Red),”  harapnya.

Kasmidi menambahkan, selama mengikuti kegiatan di sana, harus bisa menjaga kekompakan agar Kutim bisa berbangga. Kemudian Informasi atau teknologi yang ada di sana, harus diserap semampunya. Agar pada saat kembali ke Kutim dapat membagikan ilmunya kepada teman – teman yang tidak berangkat. (ver)

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca