oleh

Buat Jembatan Kecil untuk Seberangkan Material

BONTANG – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-102 dalam menjalankan tugasnya tak kehabisan akal. Meski medan pembangunan turap sungai Api-Api terbilang sulit, namun berbagai upaya tetap dilakukan demi bisa segera selesai. Salah satu yang menjadi tantangan Satgas TMMD, yakni sulitnya menyeberangi material antara lokasi material di letakkan, dengan lokasi penurapan. Hal tersebut terjadi karena terhalang dengan aliran sungai.

Namun hal tersebut bukan menjadi penghalang menyukseskan jalannya TMMD. Untuk menyiasati tantangan itu, Satgas TMMD membuat jembatan kecil yang terbuat dari kayu ulin sebagai penyeberang alat atau bahan cor-coran seperti besi dan gunung batu. Bukan hanya itu, bahkan untuk menyebrangkan campuran cor-coran, Satgas TMMD juga membuat saluran dari pipa besar yang dibelah dua. Sehingga penyaluran cor-coran bisa lebih mudah ketimbang diangkut.

“Seperti besi rangka pondasi cukup berat untuk diseberangkan. Untuk Kami akan siasati bagaimana caranya. Intinya semua hambatan akan kami carikan solusinya di lapangan,” ujar Komandan Satuan Setingkat Kompi (SSK), Kapten Basuki saat ditemui di lokasi pembangunan turap belum lama ini.

Hadirnya program TMMD ini cukup membantu warga sekitar. Sebab, jika pinggiran sungai tersebut tidak dibangun turap, rumah warga sewaktu-waktu akan roboh akibat longsor. Apalagi kontur tanah di wilayah tersebut cukup lembek. Secara keseluruhan, pembangunan turap di RT 27 Kelurahan Api-Api memiliki panjang 135 meter, tinggi 3,5 meter, lebar atas 40 centimeter, dan lebar bawah 140 centimeter.

Sebagai informasi, program TMMD ke-102 ini akan dilaksanakan selama sebulan mulai 10 Juli-8 Agustus 2018. Tujuannya, membantu Pemerintah Daerah (Pemda) dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan yang bersifat fisik maupun non fisik. Selain itu juga bertujuan untuk memantapkan kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Bagikan berita ini!
  • 21
    Shares
loading...