Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Bontang

Pedagang Kecil Tolak Mini Market  Berharap Pemkot Tegas Tak Memberikan Izin 

Published

on

Dibaca normal 2 menit

BONTANG – Beroperasinya mini market berlabel Alfamidi di Jalan Awang Long, Bontang Baru mendapat penolakan dari pedagang kecil di sekitarnya. Mereka takut, dengan hadirnya toko modern tersebut akan berimbas turunnya pendapatan usahanya. Padahal mini market waralaba ini dilarang melakukan transaksi penjualan sebelum mengantongi izin. Larangan ini terjadi setelah Asosiasi Pedagang Kota Bontang (APKB), Dinas Penanaman Modal, Tenaga Kerja, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMTK-PTSP), serta Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan (Diskop-UKMP) menggelar inspeksi mendadak pekan lalu.

Salah satu pedagang kecil di Jalan Parikesit, Sabar Budiaji, mengaku kehadiran mini market waralaba  akan berdampak kepada toko kecil miliknya. Ia meminta adanya penghentian aktivitas jual dan beli di toko tersebut.  “Kalau belum ada izin mohon ditutup. Artinya ditutup itu disegel dan sama sekali tidak ada aktivitas transaksi jual beli,” kata Sabar kepada Bontang Post, Jumat (27/7) kemarin.

Ia berharap pemerintah tegas dalam mengambil keputusan. Mengingat kuota toko modern jumlahnya cukup tujuh unit. Hal ini sesuai aturan dalam Peraturan Wali Kota nomor 52 tahun 2014 tentang penataan dan penyelenggaraan izin usaha toko modern.

“Bontang ini seperti hidup dalam tempurung. Kalau banyak toko modern nasib toko kecil seperti milik kami akan mati. Saya harap pemerintah tidak memberi izin,” pintanya.

Sementara Azis, pemilik Toko Rejeki Baru, Jalan Awang Long, Bontang Baru mengaku khawatir jika Alfamidi diberi izin, akan membuka cabang lagi beberapa tahun kemudian. Kata dia, bukan tidak mungkin jumlah konsumen di tokonya akan berkurang.

“Kondisi Bontang saat ini sepi, tidak seperti tahun lalu. Kehadiran toko modern membuat pendapatan pedagang toko kecil otomatis berkurang drastis,” papar Azis.

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca