oleh

Minta Dilibatkan, Pekerja Lokal Protes Proyek Jargas Sebut Perekrutan Tak Melalui DPMTK-PTSP

BONTANG – Kota Bontang kembali mendapat jatah pemasangan pipa jaringan gas (jargas) dari Kementerian ESDM. Pemenang tender pun sudah ditetapkan melalui hasil lelang pusat. Ketika proyek jargas sudah dimulai, muncul permasalahan ke permukaan soal tenaga kerja. Beberapa pekerja Bontang yang pernah melakoni proyek jargas di PT Torindo tahun lalu, menuntut pemenang tender tahun ini yakni PT Norel memperkerjakan mereka.

Keluhan tersebut disampaikan salah satu perwakilan pekerja Bontang, Sukriyah. Dirinya mengatakan, PT Norel dari Jakarta merupakan perusahaan baru yang datang di Bontang. Kata Sukriyah, terkait perekrutan tenaga kerja seharusnya PT Norel melaporkan ke Dinas Penanaman Modal, Tenaga Kerja, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMTK-PTSP) Bontang. “Aturan dalam Undang-Undang Nomor 7 tahun 1981 bahwa perusahaan wajib lapor ke Disnaker agar diakomodir perekrutan tenaga kerjanya,” jelas dia, Jumat (27/7) kemarin.

Kata dia, KSO Sucofindo yang mengelola PT Norel tidak pernah melapor, dan seharusnya proyek jargas tersebut bisa mempekerjakan masyarakat Bontang. Tetapi karena tidak ada laporan perusahaan ke DPMTK-PTSP Bontang, maka tidak ada kesempatan pekerja lokal untuk berpartisipasi dalam proyek tersebut. “Mantan para pekerja di PT Torindo dulu jumlahnya cukup banyak dan mereka membutuhkan pekerjaan. Mereka ingin bergabung dengan KSO PT Norel untuk pemasangan pipa jargas,” ungkapnya.

Sukriyah mengatakan, pihaknya melihat pekerja jargas banyak berasal dari ormas kepemudaan yang memegang proyek pemasangan pipa di wilayah Bontang Selatan. Dan di wilayah Bontang Utara kata dia, dihendel oleh pekerja dari Pulau Jawa. “Sementara teman-teman kami yang sudah melamar belum diproses untuk perekrutan menjadi pekerja dan ini aspirasi kami,” kata dia di depan staf bagian Humas PT Norel.

Bagikan berita ini!
  • 36
    Shares
loading...