oleh

Dipegang Swasta, Pengelolaan SPBN Berjalan Liar dan Minim Kontribusi 

BONTANG – Pengelolaan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) Tanjung Limau tidak terkontrol oleh Perusahaan Daerah Aneka Usaha dan Jasa (Perusda AUJ) Bontang. Menurut Bendahara Perusda AUJ Agus Sularno, meskipun sebagai induk perusahaan tetapi pengelolaan justru bukan dipegang pihak perusda. “SPBN itu secara struktural di bawah perusda, tetapi yang megang bukan orang Perusda AUJ tetapi orang swasta. Mereka berjalan sendiri dan tidak memberikan kontribusi,” tuturnya.

Menurutnya, kesalahan terletak di awal kesepakatan kerja sama. Walaupun Agus tidak bisa merincikan bagaimana sejarah awal tersebut. Namun, permasalahan ini sudah didengar oleh wali kota. Pihak Perusda AUJ kini sedang menunggu keputusan apa yang bakal terjadi.

“Masalah ini sudah disampaikan ke wali kota, ini masih dalam proses pembahasan,” ucapnya.

Agus ingin agar SPBN dikembalikan pengelolaannya kepada Perusda AUJ. Mengingat jika tidak memberikan kontribusi maka penilaian terhadap perusda tetap akan jelek di mata masyarakat.

Sementara saat dikonfirmasi, staf Bagian Administrasi SPBN, Eka mengatakan selama satu tahun beroperasi memang keuntungan yang didapatkan tidak banyak. Ia pun enggan untuk membeberkan total pendapatan dalam satu bulannya. Namun, keuntungan tersebut cukup untuk biaya operasional dan gaji karyawan. “Keuntungan yang diperoleh tidak banyak. Hasil penjualan digunakan membayar gaji karyawan dan operasional,” kata Eka.

Saat ini angka penjualan pun masih minim. Dari 300 ton kuota yang tersedia, per bulannya hanya laku sekira 100 sampai 130 ton. Artinya tidak melebihi dari separuh jumlah kuota.

Sehubungan dengan pimpinan di SPBN, Eka mengaku belum terjadi perubahan. Posisi Direktur masih dijabat oleh Prasetya Adi Widodo. “Yang saya tahu masih pak Prasetya,” pungkasnya. (ak)

Bagikan berita ini!
  • 2
    Shares
loading...