oleh

Harga Ayam Kian Meroket, Pedagang Terancam Gulung Tikar Pemkot Segera Sidak 

SAMARINDA – Melonjaknya harga daging ayam di sejumlah pasar tradisional di Samarinda mulai membuat masyarakat resah. Selain karena harganya yang mahal, belakangan pasokan daging ayam juga terus menipis. Tak ayal banyak penjual daging ayam hingga penjual makanan terancam gulung tikar.

Anehnya, kelangkaan hingga melonjaknya harga daging ayam di pasar terkesan hanya menjadi buah bibir. Pasalnya, sampai saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda disebut belum ada mengambil langkah nyata mengurai persoalan tersebut.

Sebelum lebaran harga ayam dijual Rp 35 ribu perekornya. Menjelang lebaran dan pasca lebaran harganya mulai merangkak naik menjadi Rp 40 ribu. Memasuki awal Juli, pelan tapi pasti harga ayam merangkak naik. Puncaknya dua pekan lalu harga ayam menyentuh Rp 50 perekornya.

Salah seorang penjual daging ayam di Pasar Pagi Samarinda, Salman (41), menyebutkan melonjaknya harga dikarenakan mulai minimnya stok daging ayam yang beredar di kalangan pedagang. Di satu sisi, permintaan terhadap daging ayam juga cukup tinggi.

“Stok daging ayam selama beberapa hari terakhir memang sudah mulai kosong, makanya harganya naik. Kekosongan seperti ini sebenarnya sudah mulai terjadi selama sebulan terakhir,” tutur dia, Jumat (27/7) kemarin.

Salah seorang penjual daging ayam di Pasar Segiri, Ihdar (38) menuturkan, berdasarkan buah bibir yang berkembang di kalangan pedagang, kenaikan harga jual ayam sebagai dampak dari naiknya harga pakan ayam. “Yang saya dengar harga pakan ayam naik. Bisa jadi hal ini mempengaruhi stok yang kosong,” ujarnya.

Pada dasarnya, kenaikan harga daging ayam di sejumlah pasar di Kota Tepian terbilang cukup bervariasi. Misalnya saja, untuk ukuran daging ayam kecil atau seberat 1 kilogram, semula dijual Rp 25 ribu. Namun kini naik menjadi Rp 33 ribu.

Bagikan berita ini!
  • 1
    Share