Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Samarinda

Konseptor Pembangunan Citra Niaga, Dikenal Bapak Pejuang Pedagang Kecil  Mengenal Mendiang Waris Husain, Wali Kota Samarinda ke-VI

Published

on

Dibaca normal 4 menit

Nama Abdul Waris Husain akan selalu lekat di hati masyarakat Kota Tepian. Selain dikenal sebagai Wali Kota Samarinda ke-VI, Waris Husain harum namanya karena pribadinya yang bersahaja dan dikenal dekat masyarakat kecil.

DIRHAN, Samarinda

PECAH tangis mendadak menggema di ruang Sakura, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) AW Syahranie, Kamis (26/7) sekira pukul 23.25 Wita. Abdul Waris Husain, begitu nama lelaki itu kenal telah berpulang ke pangkuan Tuhan Yang Maha Esa.

Pria yang pernah menjabat sebagai Wali Kota Samarinda di tahun 1985-1995 itu, kembali kepangkuan sang pencipta setelah sempat mendapatkan perawatan medis dari rumah sakit plat merah tersebut selama beberapa waktu terakhir.

Kepulangan Waris Husain tidak hanya menjadi duka bagi istri dan keluarga, tetapi juga menjadi duka bagi masyarakat Kota Tepian. Bagaimana tidak, di mata masyarakat Samarinda, Waris Husain dikenal sebagai pemimpin yang bersahaja, santun, dan pejuang bagi rakyat kecil.

Di antara sumbangsih nyata pemikiran yang ia torehkan yakni ketika dia menyodorkan konsep pembangunan Pasar Rakyat Citra Niaga. Pria kelahiran 10 Juli 1944 silam itu mengenalkan konsep pembangunan kemitraan antara pemerintah dan pihak swasta.

Berkat sumbangsih pria yang pernah mengenyam pendidikan di Unversitas Hasanuddin (Unhas) Makassar pada 1971 itu, Citra Niaga bersolek. Ketika itu, kegiatan perekonomian di pasar yang berlokasi di Samarinda itu berkembang pesat.

Alhasil, berkat sumbangsih pemikiran dan kebijakannya itu, Waris begitu sapaan akrabnya lalu diganjar dengan sebuah penghargaan yang cukup gemilang. Saat ini Waris menerima penghargaan penghargaan internasional Aga Khan Award for Architecture (AGAA).

Tak hanya itu, suami dari Nardhawati ini juga dikenal karena berjasa dalam program membersihkan sisi Sungai Mahakam. Terutama di bagian kota dari Jalan Gajah Mada hingga ke Jalan Slamet Riyadi yang merupakan daerah permukiman warga.

Sebelumnya1 dari 3 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments