oleh

Dewan Soroti Kinerja Dinas ESDM Terkait Korban Lubang Tambang, Gubernur Diminta Turun Tangan

SAMARINDA – Jatuhnya korban jiwa akibat tenggelam di lubang tambang batu bara di Jalan Padat Karya, RT 08, Kelurahan Sempaja Utara, Sempaja, Samarinda membuat anggota DPRD Kaltim angkat bicara. Peristiwa nahas tersebut terulang kembali karena Dinas  Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim dinilai melakukan pembiaran terhadap lubang-lubang tambang.

Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Baharuddin Demmu menuturkan, semenjak kewenangan pengawasan tambang dialihkan pada pemerintah provinsi (pemprov), Dinas ESDM belum mengambil langkah nyata untuk mendesak perusahaan agar menutup lubang tambang.

“Artinya ini pembiaran. Dibiarkan, tidak ada sanksi. Pokoknya enggak ada upaya untuk mencegah jatuhnya korban di lubang tambang,” ujarnya, Ahad (29/7) kemarin.

Penilaian tersebut bukan tanpa alasan. Pasalnya selama ini, Dinas ESDM Kaltim belum mendata seluruh lubang tambang batu bara yang belum ditutup perusahaan. Padahal langkah itu sebagai bagian penting untuk menyelesaikan masalah lubang tambang.

“Kalau sudah didata, semua pemilik lubang tambang itu bisa dikasih peringatan. Semacam surat imbauan. Minimal kalau ada datanya, dinas bisa memberikan peringatan pertama,” imbuh Baharuddin.

Kata dia, surat tersebut dapat berlanjut dengan surat peringatan kedua dan ketiga. Jika peringatan itu belum ditindaklanjuti perusahaan, maka pemprov dapat memberikan sanksi. Salah satunya, Pemprov Kaltim menghentikan operasi perusahaan.

“Kalau misalnya takut digugat, lapor saja ke Kementerian ESDM. Jangan cuman hasilnya saja yang dipikirkan pemerintah ini. Dampak buruk tambang ini kan luar biasa. Pemerintah harus tegas,” tegasnya.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu menyarankan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak agar memperintah Dinas ESDM supaya mendesak semua perusahaan menutup lubang tambang. Jika perusahaan tidak melaksanakannya, maka dinas tersebut dapat melayangkan surat peringatan.

Bagikan berita ini!
  • 300
    Shares
loading...