oleh

“Setop Kekerasan Seksual pada Anak!” Aksi Turun ke Jalan para Ibu Pejabat, Sosialisasikan Pencegahan Kejahatan Anak

Para ibu pejabat Pemkab Kutim menunjukkan simpatinya terhadap permasalahan yang terjadi di masyarakat. Salahsatunya kekerasan seksual pada anak. Dilakukan dengan aksi turun ke jalan mensosialisasikan pencegahannya.

Aksi tersebut ditemani sebagian suami dan berlangsung di Jalan Pendidikan. Mereka meminta kepada para orang tua untuk menjaga anaknya dari semua jenis kejahatan terhadap anak. Diantaranya kejahatan seksual dan kekerasan terhadap anak.

Di antara mereka yang menggelar aksi dadakan tersebut ialah ibu-ibu dari  Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPP-PP) Kutim, Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), Polres Kutim, Dharma Wanita Persatuan (DWP), dan Gabungan Organisasi Wanita  (GOW).

Dikatakan Koordinator Aksi, Tirah Satriani, tindak kekerasan dan kejahatan seksual terhadap anak bisa terjadi kapan dan di mana saja. Baik di rumah,  sekolah, jalan, dan  bahkan di tempat umum sekalipun. Karenanya, perlu di sosialisasikan kepada masyarakat umum. “Stop kekerasan seksual pada anak,” lantang istri Wakil Bupati Kutim, itu.

Selain menyampaikan secara lisan, pihaknya juga membagikan stiker bertuliskan setop kekerasan terhadap anak. Stiker itu dibagikan kepada masyarakat yang melintas di Simpang Pendidikan.

“Mengapa ini dilakukan, karena saya juga sangat prihatin dengan maraknya kejahatan seksual terhadap anak. Aksi turun ke jalan ini adalah bentuk kepedulian dan keprihatinan atas banyaknya kejahatan dan tindak kekerasan seksual pada anak,” kata Tirah.

Anak lanjut dia, adalah generasi harapan bangsa. Sehingga perlu perhatian ekstra agar lingkungan tumbuh kembang anak bisa aman. Tentunya harus didukung peran  orangtua, keluarga, agama, dan masyarakat. Televisi dan media sosial juga bisa mempengaruhi perkembangan perilaku anak.

“Diharapkan kegiatan ini sebagai langkah awal, bagaimana semua komponen masyarakat untuk bahu membahu mengurangi angka tindak kejahatan seksual kepada anak di Kutim bisa menurun,” harap Tirah.

Bagikan berita ini!
  • 1
    Share
loading...