Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Sangatta

Takut Buaya, Atlet PSAWI Berlatih di Luar Daerah

Published

on

Dibaca normal 2 menit

SANGATTA – Demi bertanding dengan hasil yang memuaskan, sejumlah atlet Persatuan Ski Air dan Wakeboarding Indonesia (PSAWI) Kutim gencar melakukan latihan mandiri di luar daerah. Hal tersebut disebabkan kondisi venue di Kutim dianggap tak layak.

Ketua PSAWI Kutim, Maswar Mansyur mengaku tak berani meminta pada atletnya untuk berlatih di polder, yang juga tempat tersebut sudah ditentukan menjadi area tanding. Pasalnya, hanya satu buaya yang baru ditangkap.

“Saya enggan mengambil resiko. Sampai semua akses masuk buaya ditutup dan yakin sudah tidak ada buaya lagi, baru kami mau latihan di situ,” ujarnya saat diwawancarai, Minggu (29/7) kemarin.

Tidak hanya berharap pada wacana pemerintah yang akan memindahkan buaya, namun tak kunjung terealisasi. Dirinya mencari alternatif lain agar atletnya bisa mengharumkan nama daerah. Rencananya, pekan depan akan mengirim atletnya untuk berlatih di Jakarta.

“Baru satu yang ditangkap. Menurut informasi, masih ada sekira enam ekor buaya lagi. Kami tidak bisa berlatih di sini, enam atlet akan berangkat ke Sunter,” pungkasnya.

Dia berharap polder yang ditetapkan menjadi venue, bebas dari buaya. Mengingat perayaan Porprov tidak lama lagi. Mereka ingin peralatan pendukung venue bisa cepat diaplikasikan di danau tersebut.

“Kalau polder bebas buaya, tentu biaya untuk latihan atlet kami lebih ringan,” paparnya.

Senada, seorang atlet PSAWI, Encik Devi F mengeluhkan tidak intensnya jadwal latihan dirasa dapat menurunkan performa. Pasalnya pola berlatih menjadi jarang dipraktikkan. Dirinya pesimis venue tersebut dapat netral hingga bulan depan.

“Kami tetap tidak mau berlatih di polder. Lagipula buaya yang ditangkap hanya satu. Masih banyak di sana. Itu pun warga yang menangkap bukan pemerintah,” ujar pria berusia 24 tahun tersebut.

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments