Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Feature

Melenggang ke Kompetisi Internasional, Ramayanti Asmara Mahasiswi asal Bontang Butuh Bantuan Donatur 

Published

on

Dibaca normal 3 menit

Keinginan Ramayanti Asmara menjadi delegasi Indonesia dalam kompetisi internasional Asia Youth International Modal United Nations (AYIMUN) hingga kini masih terkendala biaya. Butuh perhatian semua pihak agar keinginannya dalam mengharumkan nama Bontang dan Indonesia ke kancah Internasional tersebut bisa terealisasi.

=========

MAHASISWI asal Kota Taman yang kini kuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Stisipol) Waskita Dharma, Malang, Jawa Timur, jurusan Ilmu Administrasi Negara itu dinyatakan lolos bersama 500 pemuda yang diseleksi dari ribuan pendaftar di seluruh dunia. Rama –panggilan akrabnya– berhasil terpilih sebagai Delegasi Indonesia dalam kompetisi Internasional bertajuk “Asia Youth International Modal United Nations” yang akan dilaksanakan pada 9 November – 12 November 2018 di Bangkok,Thailand.

Sebagai informasi, AYIMUN merupakan kompetisi simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang diadakan oleh International Global Network dan bertujuan untuk  memperkenalkan kepada pemuda dari seluruh dunia tentang bagaimana PBB bekerja, meningkatkan kemampuan kepemimpinan, kemampuan diplomasi, public speaking, melatih berpikir kritis terhadap isu-isu global, termasuk kemampuan untuk menyelesaikan permasalahan internasional.

Kepada Bontang Post, Rama menceritakan, awal dirinya bisa terpilih dalam kompetisi internasional tersebut berawal dari iseng-iseng mengikuti pendaftaran dan tes online. Tak disangka, remaja kelahiran Barabai, 7 April 1995 itu dinyatakan lolos dalam seleksi tersebut. Hal ini juga tak lepas dari kemampuannya dalam berbahasa inggris, memiliki kecakapan dalam menyelesaikan masalah internasional, memiliki jiwa kepedulian sosial, kepercayaan diri, hingga memiliki visi ke depan.

Namun, langkah Rama dalam mewujudkan keinginannya itu saat ini sedang terhambat masalah biaya. Jika ingin mengikuti AYIMUN, wanita berdarah Banjar tersebut harus melakukan pembayaran dan diberi batas waktu sampai 31 Agustus 2018 mendatang. Berbagai cara seperti mengirimkan proposal pun sudah dia lakukan agar bisa mendapat bantuan dana. Namun hingga saat ini, bantuan itu tak kunjung cair.

Sebelumnya1 dari 3 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments