Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Dahlan Iskan

Kawin Cerai Ideologi Ekonomi

Published

on

Dibaca normal 4 menit

Oleh: Dahlan Iskan

 

Nawaz Sharif masuk rumah sakit. Akhirnya. Kemarin dulu. Irama jantungnya kacau. Tekanan darahnya naik. Ia stress. Pantangan berat bagi pengidap deabetes seperti ia.

 

Sebenarnya dokter penjara  sudah minta itu. Sehari setelah partainya kalah Pemilu 25 Juli lalu. Tapi Nawaz menolak keluar penjara. Ia curiga ada skenario pembunuhan. Yang sangat biasa di Pakistan.

 

Nawaz sudah berkali-kali dibunuh. Secara pilitik. Juga ekonomi. Keluar-masuk penjara. Jadi pelarian. Buron.

Dua minggu sebelum Pemilu baru Nawaz memutuskan pulang. Dari pelariannya di London. Untuk membantu partainya. Yang sejak Nawaz jadi terdakwa dipimpin adik bungsunya: Shahbaz Sharif.

 

Waktu pulang dari London Nawaz minta mendarat di Lahore. Kampung halamannya. Tapi polisi sudah siaga. Truk-truk militer berbaris sepanjang jalan. Pengikutnya dihadang.  Tidak boleh masuk bandara.

 

Begitu mendarat Nawaz langsung ditangkap.

Dimasukkan penjara yang amat terkenal: Adiala. Di penjara itu pulalah lawan-lawan politiknya juga menjalani hukuman.

 

Kini Nawaz masih cari jalan keluar. Agar bebas dari hukuman: penjara maupun larangan berpolitik seumur hidupnya.

 

Bagi Nawaz yang seperti itu sudah biasa. Ia sudah biasa kehilangan apa saja. Dan selalu berjuang untuk memperolehnya kembali.

 

Kehilangan pertamanya adalah: kehilangan bisnisnya.

Nawaz dari keluarga kaya raya. Untuk ukuran Pakistan. Punya pabrik baja. Pabrik itulah yang tiba-tiba hilang. Akibat politik.

 

Tepatnya pada tahun 1971. Yakni waktu partainya Zulfikar Ali Bhutto menang Pemilu. Partai Rakyat Pakistan (PPP).

 

Ideologi Ali Bhutto mirip Bung Karno. Tengah-kiri. Bhutto memang bersahabat dengan Bung Karno. Zaman itu aliran kiri memang lagi ‘in’ di dunia ketiga.

 

Begitu Ali Bhutto berkuasa dilakukan nasionalisasi. Industri-industri utama harus milik negara. Pabrik baja milik Nawaz diambil. Bersama 31 pabrik besar lainnya: pabrik semen.

Sebelumnya1 dari 4 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments