Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Bontang

Kejari Teliti Berkas Kasus H2O Kajari: Tersangkanya Masih Satu Orang

Published

on

Dibaca normal 2 menit

BONTANG – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bontang masih meneliti berkas yang dilimpahkan Polres Bontang terkait kasus dugaan penipuan berkedok ibadah haji dan umrah yang melibatkan travel PT Hidayah Hasyid Oetama (H2O) beberapa waktu lalu.

Kajari Bontang Agus Kurniawan mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan penelitian berkas apakah berkas yang dilimpahkan dari Polres Bontang sudah lengkap. “Kami masih meneliti berkasnya, untuk tersangkanya masih satu atas nama MD,” jelas Kajari Bontang, Senin (30/7) kemarin.

Kata dia, dalam proses penelitian berkas ini, pihaknya masih memeriksa satu tersangka yang sebelumnya ditetapkan oleh Polres Bontang. Namun demikian, karena kasusnya belum P21, maka kewenangan penyidikan masih berada di Polres Bontang. “Termasuk soal penahanan masih kewenangan Polres Bontang,” ujarnya.

Sebelumnya, perkara dugaan penipuan berkedok ibadah haji dan umrah ini terjadi pada September 2016 lalu. Perwakilan travel haji dan umrah PT H2O, MD, resmi ditetapkan sebagai tersangka pada pertengahan Juni lalu. Sementara itu, berkas hasil penyidikan Polres Bontang diserahkan ke Kejari Bontang pada pertengahan Juli ini. Dari hasil penyidikan Polres Bontang, MD diduga menggelapkan uang sekira Rp 850 juta. Meskipun secara keseluruhan, uang jemaah asal Bontang mencapai Rp 3,5 miliar. Namun uang tersebut tidak disetor semuanya ke MD.

MD tidak ditahan di Polres Bontang karena alasan kesehatan. Polres Bontang sempat melakukan penahanan 2 hari, namun pihak keluarga memberikan riwayat kesehatan MD, sehingga penahanan ditangguhkan.

Sebagai informasi, travel yang tak mengantongi izin dari Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) tersebut gagal memberangkatkan puluhan calon jemaahnya. Jumlah korban sekitar 50 orang.

Maulana, salah seorang korban, rugi hingga ratusan juta rupiah. Uang tersebut telah disetornya pada 2012 lalu dan dijanjikan berangkat pada September 2016 lalu. Tapi sayang, hingga sekarang tak ada tanda-tanda berangkat. “Bahkan ada yang menunggu sejak 2014. Modus yang dilakukan dengan cara membuat promo. Calon haji ONH Plus yang ingin ke Tanah Suci menyetor Rp 55 juta sampai Rp 60 juta, atau setengah dari biaya yang semestinya dibayarkan,” kata dia.

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments