Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Sangatta

Sempat Tersiksa, Kini Syantik Dibawa ke Penangkaran Buaya Polder 3 Meter 

Published

on

Dibaca normal 1 menit

SANGATTA- Buaya Sangatta bernama Syantik, yang ditangkap warga di Polder Jalan Ilham Maulana Kelurahan Teluk Lingga Kecamatan Sangatta Utara, sempat tersisa.

Pasalnya, selama sepekan, buaya muara tersebut tanpa diberi makan. Keadaan buaya pun diikat dan hanya dimasukkan ke dalam gerobak. Crocodylus porosus itu hanya disiram air.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) disebut warga lambat bertindak. Buaya terlihat lemas, mulai susah bergerak. Warga Kutim kian menggerutu.

“Kasihan sudah lama tidak diambil-ambil yang terkait (BKSDA, Red.). Buaya diikat, tidak dapat makan, kepanasan,” ujar Inur, warga warga setempat.

Warga lainnya, Sofian yang ikut menonton buaya itu ikut berkomentar pedas. Katanya, BKSDA sangat lambat saat dimintai pertolongan. Ini bukan kali pertama, akan tetapi sudah yang kesekian kali. Bahkan tahun lalu, buaya sempat dimakan warga lantaran BKSDA tak kunjung datang.

“Saran saja, Pemkab Kutim cepat membuat penangkaran. Sehingga buaya Sangatta tak pindah tempat. Akan tetapi dimanfaatkan sendiri. Bisa menjadi tontonan kita,” katanya.

Usai mendapatkan kritikan dari berbagai pihak, akhirnya BKSDA datang ke Kutim. Buaya yang panjangnya hampir tiga meter tersebut sudah diamankan. Rencananya akan ditempatkan di penangkaran Balikpapan.

“Alhamdulillah sudah diambil BKSDA. Kita lega, buaya juga sudah aman,” kata Wakil Bupati (Wabup) Kasmidi.

Dikatakan Kasmidi, dari informasi warga yang berjaga, masih terdapat beberapa buaya di polder tersebut. Ukurannya bervariasi, mulai dari dua hingga empat meter. Tentu saja hal itu sangat membahayakan warga. Khususnya bagi mereka yang kerap memancing di bibir polder.

“Makanya kami akan tangkap semua, sehingga warga aman. Untuk sementara ini, kami juga meminta kepada warga agar tak mendekati air. Karena hal itu sangat membahayakan,” katanya.

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments