oleh

Melawan, Sokhip Bakal Menuntut Balik

ANGGOTA DPRD Kaltim, Sokhip dinyatakan bersalah oleh Badan Kehormatan (BK) ikut dalam sidang paripurna yang memutuskan nasibnya di gedung Karang Paci. Di akhir sidang yang dihadiri puluhan wakil rakyat tersebut, kader Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu menolak seluruh rekomendasi yang disampaikan Ketua BK DPRD Kaltim, Dahri Yasin.

Sejak pukul 13.50 Wita, Sokhip sudah datang di ruangan sidang. Dia mengenakan kemeja hiasan bahu berupa klep yang dilengkapi kancing atau kemeja epaulette. Dalam sidang paripurna yang dilaksanakan di lantai enam gedung D DPRD Kaltim tersebut, Direktur CV Fajar Gemilang Abadi itu duduk di belakang anggota BK, Baharuddin Demmu.

Sidang paripurna kelima belas itu sejatinya dimulai pukul 14.00 Wita. Namun Ketua DPRD Kaltim Muhammad Syahrun baru membuka sidang pada pukul 14.56 Wita. Meski tidak lagi memerlukan syarat kuorum, ada puluhan anggota dewan yang hadir dalam sidang tersebut.

Sidang utama yang mendengarkan rekomendasi BK DPRD Kaltim itu berlangsung selama satu setengah jam. Dahri Yasin selaku Ketua BK yang masih dalam kondisi batuk, berulang kali menghentikan sementara pembacaan salinan rekomendasi.

Setelah selesai pembacaan rekomendasi BK, Sokhip lalu menyampaikan pendapat. Seketika ruangan tampak lengang. Dengan suara serak, ayah empat anak itu berbicara selama 30 detik. “Pimpinan yang terhormat, saya minta fotokopi salinan keputusan yang dibacakan Pak Dahri Yasin,” pintanya.

Ketika sidang berakhir, Sokhip dengan cepat beranjak dari tempat duduknya. Para awak media mengejarnya. Di depan ruangannya di lantai 5 gedung D DPRD Kaltim, dia tidak banyak berkomentar. “Saya masih pertimbangkan dulu ya. Itu saja,” katanya sambil bergegas menuju ruangannya.

Sekira 15 menit berada dalam ruangannya, Sokhip kembali ke lantai enam. Tujuannya menghampiri pimpinan DPRD Kaltim, Dahri Yasin dan sejumlah wakil rakyat yang sedang berdiskusi nonformal soal beragam tema.

Bagikan berita ini!
  • 2
    Shares