oleh

Masih Ada Orang Tua Tolak Vaksin MR  Diskes Libatkan Puskesmas dan Posyandu Edukasi Masyarakat

SANGATTA – Target Dinas Kesehatan untuk memvaksin 103.312 anak di Kutim, nampaknya akan sulit dilaksanakan sepenuhnya. Sebab, masih banyak orang tua menolak vaksinasi Measles Rubella (MR).

Salah satunya Zeti Heranum (26), warga Desa Sangatta Utara, enggan putrinya yang berusia tiga tahun dan putranya yang menginjak lima tahun untuk diimunisasi. Menurutnya, hal tersebut tidak sesuai dengan pemahaman yang dianutnya.

“Dari lahir anak saya sehat-sehat saja. Tidak pernah ada yang mau vaksin,” ujarnya saat diwawancarai, Rabu (1/8).

Saat ditanya lebih lanjut alasan penolakan terhadap vaksin, ia mengatakan adanya zat dari salah satu hewan yang dianggap tidak halal. Hingga ia tidak ingin anaknya disuntik.

“Pokoknya saya tidak mau anak-anak diimunisasi. Nanti malah mudah terserang penyakit,” katanya.

Di tempat berbeda, salah satu ibu yang enggan disebut namanya juga merasa tidak membutuhkan imunisasi rubella. Ia merasa yakin kesehatan itu berasal dari tuhan.

“Keluarga saya kalau sakit lebih banyak mengkonsumsi herbal. Tidak terlalu banyak memakai obat-obatan,” tuturnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Yuwana Sri K mengatakan,  vaksinasi MR merupakan suatu keharusan yang didapatkan bagi anak berusia sembilan bulan hingga 15 tahun.

“Mereka wajib diimunisasi, sebagai pencegahan penyakit campak dan rubella,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Dia menegaskan, akan melakukan edukasi pada masyarakat yang melakukan penolakan. Pasalnya, jika tidak melakukan imunisasi tersebut dapat berakibat fatal. Bahkan menyebabkan kecacatan jantung, kebutaan, tuli, cacat otak.

“Kami berupaya agar Kutim bebas penyakit ini. Nanti kami menyasar ke seluruh kecamatan,” ucapnya.

Yuwana akan melibatkan puskesmas dan posyandu dalam edukasi dan pelaksanaan vaksinasi. Agar seluruh sasaran dapat merasakan imunisasi. Guna mencegah penyebaran penyakit.

Bagikan berita ini!
  • 3
    Shares
loading...