Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Sangatta

Badai PHK Hantui Karyawan Terbaru di PT Thiess, Disnaker Tunggu Laporan Lanjutan

Published

on

Dibaca normal 1 menit

SANGATTA- Badai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di beberapa perusahaan terus terjadi beberapa waktu terakhir ini. Teranyar, di Perusahaan Thiess Sangatta. PHK secara “besar-besaran” ini dibenarkan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kutim.

Dikatakan Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Jamsostek, Ramli dari data yang dipegangnya, ada sekira 38 orang yang terancam di PHK. Rata-rata dari mereka adalah operator.

Permasalahan ini, lanjut dia, sudah terjadi beberapa hari terakhir. Bahkan, karyawan sudah memberikan laporan pengaduan kepada Disnaker dan Bupati Kutim.

Hanya saja, laporan sempat dicabut. Alasannya, kembali akan melakukan pembahasan secara internal dengan perusahaan. Padahal, pihaknya sudah membuat surat mediasi antara keduanya.

“Kami sudah buat surat mediasi. Kami akan panggil dari dua belah pihak. Tetapi dibatalkan dengan alasan tertentu,” ujar Ramli.

Untuk itu, pihaknya hanya menunggu hasil pertemuan internal tersebut. Sebab, Disnaker tak dapat berbuat sebelum masuknya laporan secara resmi ke kantor. “Untuk itu kami tunggu ulang hasilnya,” katanya.

Rusli menjelaskan, dari informasi perusahaan terjadinya PHK lantaran perusahaan tersebut sudah kelebihan beban. Alat yang biasa digunakan perusahaan dilimpahkan ke site Satui di sebuah kecamatan di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.

“Bahasa perusahaan, hak karyawan akan dipenuhi pasca di PHK. Tetapi yang ditunggu ialah, apakah karyawan dari site pertama ini akan kembali dipekerjakan di site Satui,” katanya

Untuk diketahui kata Ramli, tak ada larangan untuk PHK karyawan. Asal, semua sudah sesuai dengan prosedur. “Salah satunya memberikan hak karyawan. Intinya ikut aturan saja,” katanya.

Selain PT Thiess, terdapat pula perusahaan lain yang turut mem-PHK karyawannya. Ialah PT CAS yang terletak di Kecamatan Teluk Pandan. Sedikitnya 19 orang yang terkena dampak tersebut. Mereka semua mengadu kepada disnaker.

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments