Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Sangatta

“Penghuni” Polder Akan Ditangkapi Volume Air Dikurangi, Libatkan Pawang Buaya

Published

on

Dibaca normal 1 menit

SANGATTA – Satu buaya sudah berhasil ditangkap warga bernama Yamani di Polder Ilham Maulana. Namun dari informasi penjaga polder, masih terdapat beberapa buaya yang “nongkrong” di bekas tambang batu bara tersebut.  Masih sekira 4-6 ekor. Ukurannya pun bervariasi. Antara 2-4 meter.

Tentu saja keberadaan buaya muara tersebut sangat membahayakan warga. Terlebih, tak lama lagi Pemkab Kutim akan menggelar event akbar, Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). Salah satu lokasi untuk bertanding adalah ski air dan wakeboarding.

Untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan, Pemkab Kutim akan menguras polder tersebut. Tidak secara total, melainkan hanya mengurangi volume air.

“Dengan begitu akan memudahkan dalam penangkapan buaya. Buaya harus ditangkap semua. Karena untuk bertanding nantinya,” ujar Wakil Bupati, Kasmidi Bulan.

Tentu saja, saat menangkap pihaknya akan menerjunkan orang-orang yang memiliki kemampuan menangkap buaya atau pawing buaya. Sehingga, semua buaya dapat tertangkap.

“Salah satunya seperti pak Yamani ini. Hanya menggunakan tali, beliau bisa menangkap. Orang pintar seperti ini yang akan kita libatkan,” katanya.

Sebelumnya, Cabor Persatuan Sky  Air dan Wakeboarding Indonesia (PSASI) Kutim, menolak berlatih di polder tersebut. Satu alasan terkuatnya ialah masih dihuni buaya. Terpaksa, saat latihan, PSAWI memilih di luar.

“Saya enggan mengambil resiko. Sampai semua akses masuk buaya ditutup, dan yakin sudah tidak ada buaya lagi, baru kami mau latihan di situ,” ujar Ketua PSAWI, Maswar. (dy)

Advertisement
Comments