oleh

Sudah Dirancang, Penangkaran Buaya Akan Jadi Tempat Wisata Andalan

SANGATTA – Banyaknya buaya di Kutim menjadi perhatian khusus bagi seluruh masyarakat. Terlebih predator ganas tersebut kerap kali memakan korban. Sehingga pemerintah berencana akan mengubah lahan seluas dua hektar menjadi penangkaran buaya.

Wakil Bupati Kutim, Kasmidi Bulang mengatakan, Dusun Kenyamukan, Sangatta Utara merupakan lokasi yang tepat untuk pembangunan. Agar hewan khas Sangatta itu tidak lagi di Kirim ke Balikpapan.

“Saat ini, kita memang belum memiliki penangkaran buaya sendiri. Tapi kalau sudah jadi, hewan itu tidak perlu dikirim ke luar daerah,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (1/8).

Lebih lanjut, dirinya menjelaskan progres pengerjaan proyek itu telah memasuki tahap pematangan lahan, selanjutnya akan dilakukan pengerjaan secara bertahap. “Pemenang lelang sudah ada. Sekarang masih dilakukan pematangan lahan,” jelas Kasmidi.

Tidak sekadar menjadi penangkaran saja, pihaknya berencana akan mengubah lahan tersebut menjadi kawasan wisata. Guna menambah daftar tempat hiburan di Kutim. Baginya, hewan yang menjadi icon Sangatta itu dapat terkumpul di tempat yang mudah dipantau.

“Nantinya kami akan tata sedemikian rupa agar menjadi penangkaran sekaligus tempat wisata masyarakat,” pungkasnya.

Banyak menelan korban, menjadi salah satu alasan tempat ini segera dibangun. Dia mencontohkan beberapa kematian akibat serangan buaya, seperti yang terjadi beberapa waktu lalu di Kecamatan Sandaran. Penemuan mayat di dalam tubuh hewan berukuran hampir lima meter itu sangat menyita perhatian publik.

“Banyak sekali kejadian buaya menghabisi nyawa, rasanya sudah sering terjadi di sini, seperti tewas diterkam maupun mati ditelan. Jangan sampai yang begitu terjadi terus-menerus,” paparnya.

Merunut pengalaman yang pernah terjadi, sejumlah buaya sering ditemukan di pemukiman warga. Seperti di Gang Pelita, Gang Ternak dan Gang Permai, maupun daerah lainnya. (*/la)

Bagikan berita ini!
  • 7
    Shares