Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Samarinda

Pemkot dan Pemprov Tak Satu Suara  Terkait Ketiadaan IMB Pembangunan Masjid di Lapangan Kinibalu 

Published

on

Dibaca normal 4 menit

SAMARINDA – Meskipun pembangunan masjid di Lapangan Kinibalu sudah berlangsung hingga tiang dan bangunan mulai nampak berdiri tegap, ternyata Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim selaku pemrakarsa proyek tersebut belum mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Ditemui Metro Samarinda, Sekretaris Kota (Sekkot) Samarinda, Sugeng Chairuddin membenarkan belum terbitnya IMB untuk proyek yang memakan anggaran Rp 81,85 miliar itu. Pasalnya, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) belum memberikan persetujuan sebagai prasyarat penerbitan izin bangunan tersebut.

“Kami masih nunggu dari FKUB. Tapi dalam waktu dekat, itu akan ada persetujuan. Tunggu saja, yah. Pasti akan ada kok,” tuturnya, Rabu (1/8) lalu.

Pernyataan Sugeng tentu saja membenarkan data yang pernah disampaikan koordinator aksi demontrasi warga Kelurahan Bugis dan Jawa, Kecamatan Samarinda Kota, Yoyok Setiawan dalam aksi penyegelan masjid setelah melakukan mediasi dengan Pemprov Kaltim.

Menurut dia, sebelum pembangunan masjid berlangsung, mestinya IMB tersebut sudah diterbitkan pemerintah. Hal itu juga menguatkan dugaan, bahwa syarat persetujuan warga belum dikantongi pemerintah.

“Kami sudah bertemu dengan pemkot, mereka belum pernah mengeluarkan IMB untuk pembangunan masjid ini,” ujarnya.

Di sisi lain, Yoyok menduga, ada pemalsuan tanda tangan yang dilakukan oknum pemerintah untuk memuluskan jalannya izin proyek tersebut. Sebab, jauh sebelum dimulainya pembangunan rumah ibadah umat Islam itu, Ketua-Ketua RT setempat tidak pernah membubuhkan tanda tangan.

“Lalu siapa yang memberikan tanda tangan? Kami pegang datanya. Tidak ada satu pun  Ketua RT di sini yang tanda tangan,” ujarnya di sela-sela aksi demontrasi.

Dia menyebut, dugaan pemalsuan tersebut akan berbuntut panjang. Pasalnya, pihaknya telah mengadukan kasus itu pada aparat kepolisian. “Laporan kami sudah diterima kepolisian,” sebutnya.

Sebelumnya1 dari 4 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca