Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Bontang

Polemik Masjid Al-Ikhlas Belum Usai Kejari Sarankan Gugat di Pengadilan Agama 

Published

on

Dibaca normal 1 menit

BONTANG – Polemik antara ahli waris dan Muhammadiyah terkait dugaan penyalahgunaan wakaf Masjid Al-Ikhlas di Kelurahan Api-Api masih belum usai. Terbaru, para ahli waris dari pewakaf lahan Masjid Al-Ikhlas meminta dukungan moril Kejaksaan Negeri (Kejari) Bontang.

Pada kesempatan itu, hadir anak-anak dari H Toho pemilik lahan Masjid Al-Ikhlas dan Ustaz Mulawarman yang merupakan Imam Masjid Al-Ikhlas non aktif. Mulawarman mengatakan, selama masjid diambil alih oleh Kemenag Bontang, dirinya sudah tak pernah lagi menjadi imam. Kegiatan di masjid pun kembali berjalan dan jemaah juga kembali banyak berdatangan. Namun kata dia, jemaah dari Muhammadiyah sudah tidak ada lagi. “Pengajian juga lancar dan pengajian Muhammadiyah sudah tidak ada. Jemaah senang masjid diambil alih kemenag. Tujuan kami ke Kejari Bontang ingin meminta support dari kejaksaan,” ungkapnya.

Abdul Rasyid yang juga turut serta dalam rombongan ahli waris dan mengaku sebagai ahli sejarah dari perwakafan Masjid Al-Ikhlas mengatakan, penerima wakaf saat itu ialah almarhum H Syahrani. Kata dia, saat musala ditingkatkan menjadi masjid pada tahun 1996 dan dikoordinir oleh RT setempat yang berkoordinasi dengan Muhammadyah, pihak pewakaf pun setuju. “Selagi itu untuk kepentingan umat Islam dan bukan hanya untuk kepentingan kelompok tertentu. Maka saat itu dibentuk panitia pembangunan,” katanya.

Menanggapi hal itu, Kajari Bontang Agus Kurniawan mengatakan, karena ini negara hukum kepastian ada di pengadilan agama. Namun Agus mengingatkan, jika pihak ahli waris sebelumnya ada menandatangani dokumen terkait akuisisi Muhammadyah, maka kemungkinan pihak ahli waris bisa kalah di pengadilan. ”Kalau tanda tangan atau stempel dipalsukan, maka bisa masuk pidana. Tapi tidak mungkin Muhammadyah pusat menggelontorkan dana untuk pembangunan masjid, jika keabsahan dokumen tidak jelas. Makanya kita juga harus jeli,” bebernya.

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca