oleh

Upaya Menekan Tingginya Harga dan Konsumsi Ayam, Masyarakat Disarankan Beralih Makan Ikan

SAMARINDA – Melonjaknya harga ayam dalam beberapa pekan terakhir membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mengencangkan ikat pinggang. Selain mengambil beberapa langkah preventif, masyarakat juga disarankan untuk tidak selalu mengonsumsi ayam sebagai sumber protein utama.

Di tengah keterbatasan stok ayam saat ini, Pemkot Samarinda ingin masyarakat juga memanfaatkan ikan sebagai salah satu sumber protein utama. Pasalnya, stok ikan saat ini terbilang cukup banyak.

Hal ini disampaikan Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkot Samarinda, Nina Endang Rahayu, menyikapi naiknya harga ayam. Ia mengatakan, naik dan langkanya ayam di pasaran bisa dijadikan momentum agar masyarakat mulai belajar mengonsumsi ikan sebagai sumber protein.

Karena selain mahal, suntikan protein yang diberikan kepada ayam juga memiliki kandungan yang tidak baik bagi kesehatan. “Kelangkaan ini kami jadikan momentum untuk menyosialisasikan kepada masyarakat agar tidak terlalu mengandalkan ayam sebagai sumber protein,” kata dia.

Ia menuturkan, protein jangan hanya didapat dari ayam, karena masih banyak sumber protein lainnya seperti ikan. Jika Samarinda menjadikan ikan sebagai sumber protein utama, Nina meyakini, warga Kota Tepian akan mampu secerdas Jepang. “Sumber protein utama Kaltim harusnya dari ikan-ikanan,” ucapnya.

Menurutnya, karena harga ayam selama ini murah, masyarakat memang lebih suka mengandalkan ayam sebagai menu utamanya jika dibandingkan dengan memakan ikan. “Nah, edukasi untuk menggeser pola pikir masyarakat ini yang tidak mudah, karena dari dulu masyarakat kita sudah terbiasa memakan ayam,” ujarnya.

Selain ikan, ia juga menyebut tempe bisa dijadikan sumber protein lainnya, karena baik untuk kesehatan. Ia mencontohkan Jepang yang sangat mengidolakan tempe karena kandungan proteinnya tinggi.

Sedangkan di Indonesia, khususnya Samarinda masih memandang makanan tersebut sebelah mata. “Karena harga ayam mahal, jadi kami sarankan untuk mengganti protein dengan ikan maupun tempe,” tutur dia.

Bagikan berita ini!
  • 6
    Shares
loading...