oleh

Dewan Nilai Penting PDPAU  Anggap Bisa Menekan Harga Komoditi 

SAMARINDA – Wacana pembentukan Perusahaan Daerah dan Aneka Usaha (PDPAU) oleh pemerintah mendapatkan respon positif dari DPRD Kota Samarinda. Wakil rakyat menilai keberadaan PDPAU bisa menjadi solusi dan alternatif menekan harga komoditi atau sembako. Misalnya seperti naiknya harga ayam saat ini.

Tak hanya itu, wakil rakyat Kota Tepian bahkan mendorong agar PDPAU menggeluti usaha baru yaitu bisnis ayam. Cara itu bisa akan mampu menekan harga ayam, terutama saat terjadinya pembatasan stok ayam oleh pemerintah pusat. Di sisi lain, daerah akan menjadi lebih mandiri.

Wakil Ketua DPRD Samarinda, Siswadi misalnya memberikan dukungan penuh atas rencana pembentukan PDPAU oleh Pemkot Samarinda. Ia bahkan mendorong agar rencana itu tidak sakedar wacana, tetapi dapat diimplementasikan dalam sebuah kebijakan.

“Tergantung pemerintah saja. Yang jelas peran semua pihak diperlukan. Apalagi banyak lokasi bekas tambang dan lokasi lainnya yang dapat dimanfaatkan sebagai lokasi peternakan,” ujarnya, belum lama ini.

Ia berkata, program peternakan ayam dan sejenisnya melalui PDPAU harusnya sudah dilakukan dari jauh hari sebagai bentuk antisipasi. Ia pun mengumpamakan kebijakan layaknya mengantisipasi api sebelum menyala, bukannya untuk memadamkan api setelah menyala.

“Seharusnya dinas terkait telah menyiapkan kajian sebelum kelangkaan dan kenaikan harga terjadi, untuk memprediksi harga. Sehingga setelah terjadi hal seperti ini tidak kelabakan,” ujarnya.

“Instansi terkait juga sudah sering melakukan perjalanan dinas.  Harusnya segera diimplementasikan untuk masyarakat Samarinda. Jangan sudah terjadi kelangkaan baru mau diterapkan,” tambahnya.

Di sisi lain, ia menyebut, masyarakat harusnya paham dengan masalah seperti ini. Selain itu, pemkot jangan selalu menyalahkan pemerintah pusat. Karena pemerintah daerah juga punya tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing. “Ini berkaitan dengan kinerja pemda, untuk mengantisipasi hal-hal seperti ini,” imbuhnya.

Bagikan berita ini!
loading...