oleh

Kersik Luai, Tanaman Langka Penghuni Baru TNK

SANGATTA – Satu lagi tanaman langka yang bakal menghuni Taman Nasional Kutai (TNK) Kutim. Namanya Kersik Luai atau biasa di sebut Anggrek Hitam. Nama latinnya coelogyne pandurata. Biasa juga disebut black orchid.

Tanaman jenis anggrek ini tumbuh di tempat teduh. Biasanya menempel pada pohon tua yang hidup di daerah hutan basah, pantai, atau sungai berawa.

Anggrek Hitam merupakan salah satu bunga khas Kalimantan Timur. Tanaman yang terbilang mahal ini masuk satu dari 29 jenis anggrek yang dilindungi berdasarkan PP No.7 Tahun 1999 tentang pengawetan tumbuhan dan satwa.

Meski Anggrek hitam identik dengan Kaltim, tetapi anggrek jenis ini juga tumbuh di hutan liar Papua. Juga tumbuh liar di pedalaman Sumatera, Semenanjung Malaya Mindanao, Pulau Luzon dan Pulau Samar Filipina.

Tanaman langka ini memiliki perpaduan warna yang unik. Menawarkan kesan indah dan elegan. Jumlah bunga dalam tiap tandan antara 1 hingga 14 kuntum atau lebih.

Anggrek hitam sebagaimana anggrek lain merupakan tanaman epifit, anggrek yang tumbuh menumpang pada pohon lain tanpa merugikan tanaman inang.

Nah, tanaman ini akan memenuhi TNK. Pasalnya, ditaksir akan ada seribu bibit yang akan ditanam di TNK. Salah satu penyumbang tanaman tersebut dari Pupuk Kaltim.

Wakil Bupati Kutim, Kasmidi Bulang cukup bangga akan hal itu. Sudah semestinya peduli akan tanaman khas Kaltim. Sehingga, tanaman khas ini tidak punah. Akan terus ada hingga anak cucu.

“Kita wajib peduli terhadap tanaman yang sudah nyaris punah ini,” katanya.

Dirinya kembali menekankan, semua pihak wajib terlibat untuk mengembangkan semua tumbuhan langka di Kaltim, khususnya Kutim.

“Di Kutim, di Bontang, banyak perusahaan. Baik kiranya semua terlibat untuk menanam,” harapnya. (dy)

Bagikan berita ini!
  • 16
    Shares
loading...