Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Kolom Redaksi

Ke Mana Perginya Sang Profesor

Published

on

Dibaca normal 6 menit

Oleh Lukman M, Redaktur Bontang Post

AKSI persekusi dan tindakan intoleran serta radikal masih saja terjadi di bumi Indonesia. Yang terbaru yaitu aksi pengadangan Neno Warisman, salah seorang penggerak kampanye #2019GantiPresiden. Ibu-ibu ini diadang sejumlah massa saat tiba di Bandara Hang Nadim Batam. Bukan hanya itu, Neno juga dilempar dengan tempat sampah oleh salah seorang warga di dalam bandara.

Tindakan pengadangan ini tentu sangat disayangkan. Karena sebagai suatu kesatuan, setiap warga negara Indonesia berhak pergi ke daerah manapun di Indonesia. Makanya menjadi lucu ketika ada seorang warga negara Indonesia yang diadang bahkan dilempari tempat sampah di dalam bandara. Terlepas apapun latar belakangnya, kejadian ini merupakan hal yang salah dan tak patut terjadi, apalagi di tempat umum seperti bandara.

Peristiwa ini mengingatkan kembali pada peristiwa yang katanya persekusi saat kampanye #2019GantiPresiden dan #DiaSibukKerja di arena Car Free Day (CFD) beberapa waktu lalu. Kala itu ibu-ibu bersama anaknya yang mengenakan kaus #DiaSibukKerja diadang oleh oknum yang mengatasnamakan #2019GantiPresiden. Persekusi di CFD itu langsung mendapat komentar dari berbagai pihak, salah satunya seorang professor kenamaan yang tergabung dalam Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Sang professor melalui akun media sosialnya mengutuk aksi persekusi di CFD tersebut. Dengan kalimat prihatin yang sangat menyentuh dan menyiratkan kebencian pada aksi persekusi tersebut. Padahal sebagian pihak menilai persekusi tersebut bisa jadi bentuk sabotase untuk menjelek-jelekkan kelompok yang pro #2019GantiPresiden dengan beberapa fakta yang menyelimutinya.

Sayangnya, komentar keprihatian tersebut tidak muncul saat Neno Warisman dipersekusi secara nyata di bandara. Padahal Neno juga sama-sama ibu-ibu, walaupun tidak membawa anak. Seakan-akan sang profesor kenamaan bergaji fantastis demi mengawal ideologi negara itu pergi entah kemana, tak terdengar suaranya.

Sebelumnya1 dari 5 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments