oleh

Surat “Siluman” Warnai Pencalegan  Edy Kurniawan Tercoret dari Daftar PDI Perjuangan

SAMARINDA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim, Sabtu (4/8) kemarin memanggil bakal calon legislatif (bacaleg) daerah pemilihan (dapil) Samarinda, Edy Kurniawan. Pemanggilan tersebut menyusul tidak adanya nama Edy di daftar caleg dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan.

Nama Ketua Komisi II DPRD Kaltim itu memang pernah terdaftar di KPU saat pengajuan bacaleg oleh partai berlambang moncong putih tersebut. Namun setelah masa perbaikan dokumen, namanya seketika tidak lagi terdaftar.

Pencoretan nama Edy bukan tanpa alasan. Sebab di masa perbaikan berkas bacaleg, terdapat surat pengunduran dirinya sebagai caleg dari partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri tersebut.

“Padahal saya tidak pernah menandatangani surat pengunduran diri sebagai caleg dari PDI Perjuangan. Pada 10 Mei, saya hanya mengisi form CLG 9 yang disiapkan pengurus PDI Perjuangan. Itu pun tidak hanya untuk saya, tetapi berlaku untuk semua caleg di partai kami,” ungkapnya, Sabtu (4/8) kemarin.

Form CLG 9, lanjut Edy, bukan untuk disampaikan pada KPU Kaltim. Melainkan hanya diserahkan di internal partai. Selain form tersebut, ada pula form CLG 10 yang berisi kesediaan mencalonkan diri sebagai caleg dari PDI Perjuangan. “Dari sini dapat saya simpulkan tidak ada satu pun surat yang membuktikan saya mengundurkan diri dari caleg PDI Perjuangan,” tegasnya.

Sehingga Edy mengaku heran dengan dicoretnya nama dia di daftar caleg. Sebab setelah mendaftarkan diri sebagai caleg di dapil Samarinda, Edy sudah yakin akan lolos. Bahkan selama tahapan perbaikan berkas, dirinya sudah gencar bertemu dan sosialisasi di masyarakat.

“Saya juga heran kenapa saya disebut mundur, mengingat saya tidak pernah melakukan pengunduruan diri dari caleg DPRD Kaltim. Saya mendapatkan informasi ini pada tanggal 1 Agustus kemarin. Di mana proses pendaftaran calon telah berakhir,” jelasnya.

Bagikan berita ini!
  • 2
    Shares