Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Sangatta

Kisah Donny Malewa, Pemadam Tertua di Kutim Usia 70 Tahun Masih Padamkan Api, Pekerjaan Dianggap Hobi

Published

on

Dibaca normal 2 menit

Donny Malewa, pria kelahiran Makassar, 9 November 1948 silam ini tidak mengenal kata mundur, ketika si jago merah membara dimana-mana.

—–LELA RATU SIMI, Sangatta————-

Memadamkan api merupakan pekerjaan yang digeluti sejak 1983, kemudian pada 2003 dirinya diangkat menjadi Tenaga Kerja Kontrak Daerah (TK2D).

Saat ditemui usai memadamkan api di kawasan Sangatta Utara, lelaki berusia kurang lebih 70 tahun itu menceritakan seluruh pengalamannya. Menurutnya pekerjaan seperti ini merupakan hobi yang dibayar dan sudah menjadi kegiatan yang mendarah daging.

“Saya sangat senang padamkan api. Prinsip saya jika api semakin berkobar, maka saya harus lebih maju. Tidak butuh hadiah besar, ucapan terimakasih saja sudah membuat saya sangat bahagia,” ujarnya.

Pertama kali menginjakkan kaki di Kutim, Donny melakukan perubahan, bupati pertama, Awang Faroek meminta ia untuk mendirikan pemadam kebakaran.

“Pada 2002 saya melakukan perekrutan, kemudian 2003 kami sudah memiliki tim. Bahkan seluruh elemen kami libatkan. Selanjutnya kami susun struktural kepengurusan agar bisa menjalankan tugas dan tanggung jawab,” jelasnya.

Adapula anggaran yang didapatnya saat awal bekerja hanya berkisar Rp 800 -900 ribu perbulan. Hingga nyaris 20 tahun ia bekerja, sampai saat ini masih berstatus TK2D.

“Saya mengabdi untuk Kutim sejak lama. Memegang pos di Bengalon dan Sangatta. Hingga sekarang masih turun ke lapangan kalau ada musibah,” tuturnya.

Lelaki yang menetap di Jalan Mujur Jaya, Kecamatan Sangatta Utara itu memiliki dua orang putra dan satu putri. Dimana dua anak dan satu menantunya mengikuti jejaknya dalam pekerjaan menjadi pemadam. Namun ia mengaku, bukan hanya memiliki tiga anak, melainkan seluruh didikkannya di damkar sudah dianggap seperti anak sendiri.

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments