oleh

Mesin Rusak, Jangkar Putus, Kapal Nelayan Terombang-ambing di Laut Kutim

BONTANG – M Yusuf , nelayan yang sempat hilang Minggu (5/8) lalu di perairan Teluk Lombok Kutai Timur, kemarin berhasil ditemukan tim gabungan Basarnas. Dari pantauan Basarnas, rupanya kapal yang ditumpangi Yusuf  rusak di bagian mesin dan putus jangkar. Dua masalah tadi membuat Yusuf tak dapat pulang dan kapal terombang-ambing di tengah laut. Yusuf pun tak sendiri, kapal tersebut dinaiki 3 orang lainnya yang juga nelayan.

Keempat nelayan ini sementara dievakuasi tim Basarnas ke Kenyamukan dan diputuskan untuk diinapkan sementara. Mengingat kondisi cuaca dan gelombang kurang mendukung untuk pulang ke Bontang. “Insyaallah besok pagi (hari ini, Red.) dievakuasi ke Bontang,” kata  Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang, Ahmad Yani, Senin (6/8) kemarin.

Diceritakan Yani, Minggu (5/8) siang pihaknya mendapat laporan dari anak korban, Dady Rahman, melalui telepon seluler salah satu anggota BPBD Bontang. Dady, lanjut Yani merupakan warga Jalan Otista, RT 24, Gang Prima, Tanjung Limau. “Dady melaporkan jika kapal ayahnya mengalami kerusakan mesin, jangkar putus, dan kapal hanyut menuju patok Sangatta,” jelas Yani, Senin (6/8) kemarin.

Sekira 15 menit kemudian, tim BPBD segera menindaklanjuti laporan dengan menggelar rapat persiapan pencarian. Pukul 16.30 Wita, tim pun segera ke tempat kejadian perkara sesuai dengan posisi terakhir korban. Namun pukul 17.00 Wita, anggota menghentikan pencarian mengingat gelombang tinggi dan angin bertiup sangat kencang dari arah selatan. “Kami pun kembali menggelar rapat tim untuk evaluasi dengan melibatkan anak korban,” ujarnya.

Mengingat kondisi cuaca yang kurang bersahabat, maka pencarian dilanjut pada Senin (6/8) kemarin mulai pukul 05.00 Wita. Tim BPBD pun dibantu oleh tim Basarnas dari Kutai Timur (Kutim), keluarga korban, juga masyarakat setempat. “Beruntung tadi (kemarin, Red.) ada nelayan yang melintas dan melihat ada kapal motor yang diduga yang dipakai korban,” terangnya.

Bagikan berita ini!
  • 31
    Shares
loading...