oleh

Smansa Terhenti di Fase Perdelapan Final DBL Tertinggal Sejak Kuarter Awal, Sempat Memimpin Jelang Akhir Pertandingan 

BONTANG – Perjuangan tim basket putra SMAN 1 Bontang (Smansa) harus terhenti di babak perdelapan final Developmental Basketball League (DBL) East Kalimantan 2018. Mereka harus mengakui kehebatan tim SMAK WR Soepratman Samarinda dengan skor akhir 22-26.

Kedua tim saling mendobrak di awal laga. Deva Chandra pemain basket Smansa kerap kali menusuk pertahanan lawan. Namun pertahanan yang tangguh membuat poin pun ditutup tidak selisih jauh yakni 4-6.

Di kuarter kedua SMAK WR Soepratman memanfaatkan kesalahan dari peratahanan tim Smansa. Zona defense pun tak berjalan optimal. Justru pemain kerap melakukan kesalahan yang tidak perlu sehingga lawan sering mendapatkan lemparan bebas (free shoot). Kuarter ini ditutup dengan skor 8-10.

Jeda pertandingan tim pelatih Smansa meracik startegi untuk membalikkan keadaan. Sayangnya usaha itu pun masih belum berhasil. Di akhir kuarter ketiga SMAK WR Soepratman masih unggul dengan skor 14-16.

Upaya mengejar ketertinggalan dilakukan oleh tim Smansa. Sempat Deva Chandra cs memimpin dengan skor 22-21. Akan tetapi kedudukan itu tidak bertahan lama pasalnya tim lawan yang merupakan finalis DBL tahun lalu membalas dengan cepat. Alhasil SMAK WR Soepratman berhak melaju ke fase perempat final.

Pelatih Smansa Zahri mengatakan anak asuhnya salah dalam menerapkan skema bertahan. Kelemahan inilah yang membuat tim lawan mendapatkan angka melalui free shot. Sejatinya pelanggaran di zona pertahanan itu tidak perlu dilakukan.

Free shot lawan 99 persen menghasilkan poin. Dari total seluruh poin yang diperoleh lawan, delapan poin saja yang didapat diluar free shoot,” kata Zahri usai laga di GOR Segiri, Senin (6/8).

Dengan hasil ini akan menjadi bahan evaluasi dalam menatap DBL tahun depan. Termasuk juga beberapa kejuaraan yang diikuti dalam waktu dekat. “Ini merupakan pembelajaran bagi kami untuk tetap terus berlatih giat,” imbuhnya.

Sebelumnya tim Smansa menargetkan menjadi juara di DBL tahun ini. Hal ini dipatok mengingat juara tahun lalu juga diraih oleh tim dari Bontang yakni SMA YPK. Tim pelatih juga telah mengasah akurasi tembakan dengan papan pantul berbahan fiberglass. Mengingat anak asuh Zahri kerap berlatih dengan papan berbahan kayu.

Di babak 16 besar tim putra Smansa berhasil mengalahkan SMAN 10 Samarinda dengan skor 29-17. Sementara tim putri harus tersisih terlebih dahulu saat melawan SMAN 3 Balikpapan. Skornya cukup telak 7-42. (ak)

Bagikan berita ini!
  • 13
    Shares