oleh

Nama Kadistan Kutim Dicatut  Disebut Minta Uang Pada Kelompok Tani 

“Ada oknum yang mengaku akan memberi bantuan atas nama saya maupun pejabat lain,” Sugiono, Kepala Distan Kutim

SANGATTA – Maraknya kasus penipuan yang mengatasnamakan kepala dinas akhir-akhir ini merajalela di Kutim. Hal tersebut menjadi perhatian khusus bagi seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).

Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kutim, Sugiono mengatakan ada sejumlah kelompok tani dan masyarakat di beberapa desa yang menjadi korban. Melalui pesan singkat ataupun aplikasi media sosial whatsapp dan facebook.

“Ada oknum yang mengaku akan memberi bantuan atas nama saya maupun pejabat lain,” jelasnya saat diwawancara usai coffee morning, Senin (6/8).

Lebih lanjut ia menceritakan, salah satu kelompok tani di Kecamatan Teluk Pandan mengaku mendapat telepon yang menyatakan akan menerima bantuan sebesar Rp 120 juta melalui Distan. Faktanya bantuan itu tidak pernah ada.

“Ada kelompok tani yang datangi saya, tanya perihal pencairan. Saya bingung karena memang itu tidak ada,” jelasnya.

Dia menegaskan kepada seluruh penerima bantuan dari Distan, tak ada pungutan biaya apapun. Pasalnya ia sempat menerima laporan bahwa ada masyarakat yang diminta sekira Rp 15 juta sebagai syarat pencairan bantuan.

“Bantuan bibit atau hewan ternak, tidak pernah dipungut biaya. Jangan percaya sama orang tidak bertanggungjawab yang minta uang. Kami selalu mengantarkan bantuan langsung ke penerima,” tandasnya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang Peternakan Distan Kutim, Mardi Suaibman mengungkapkan hal yang sama. Ia mengimbau pada masyarakat bahwa tidak ada pungutan sama sekali. Kecuali bantuan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) berupa peralatan pertanian, harus diambil penerima sendiri ke kantor Distan dan biaya pengambilan dibebankan kepada penerima. “Semua yang kami kasih biasanya gratis. Jangan mudah tertipu oknum yang mengatasnamakan kami,” tutupnya. (*/la)

Bagikan berita ini!
  • 3
    Shares
loading...