oleh

Soal Pengelolaan Bandara APT Pranoto, Dishub Enggan “Berpaling” ke Perusda  Pemerintah Lebih Percaya Angkasa Pura 

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim sedang mengkaji kemungkinan pelimpahan pengelolaan Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda pada PT Angkasa Pura (AP) I. Langkah tersebut diambil setelah sebelumnya pemprov mendapat perintah dari pemerintah pusat, agar pemerintah daerah mengelola bandara yang berlokasi di Sungai Siring, Samarinda Utara tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim, Salman Lumoindong mengatakan, saat ini pihaknya sedang mengurus administrasi pelimpahan pengelolaan bandara tersebut. Rabu (7/8) ini, tim dari AP I akan kembali bertemu dengan Dishub.

“Sekarang urusan administrasinya sedang diproses. Sabar saja dulu. Setelah diproses, pada saatnya nanti kami akan sampaikan pada publik,” kata Salman, Selasa (7/8) kemarin.

Disinggung skema kerja sama bandara dengan AP I, Salman menyebut, detailnya akan diketahui setelah rampung penyusunan perjanjian antara pemerintah dan AP I. “Kita lihat nanti di PKS (perjanjian kerja sama, Red.). Skema kerja samanya ada di situ. Sekarang kami sedang rancang itu. Makanya kami sedang komunikasi intens dengan AP I,” ungkapnya.

Proses penandatanganan kerja sama, lanjut dia, akan melibatkan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Kejaksaan Tinggi (Kejati), dan pihak-pihak terkait.

“Nanti kami akan berembuk. Bagaimana pengelolaan bandara ini bisa menghasilkan tambahan pendapatan bagi  Kaltim. Untuk membahas itu, ada tim yang sudah terbentuk dari lintas dinas,” sebutnya.

Salman ingin pengelolaan Bandara APT Pranoto dapat menguntungkan daerah. Setidaknya dengan keterlibatan pemprov tersebut, dapat membuka celah bagi pengembangan bandara. Supaya dapat memberikan kontribusi keuangan bagi Kaltim.

“Semaksimal mungkin pengelolaan bandara itu dapat menguntungkan daerah. Kami berharap ada peran provinsi di situ,” harapnya.

Sementara itu, terkait tawaran PT Melati Bhakti Setya (MBS) untuk terlibat dalam pengelolaan bandara itu, Salman menilai perusahaan tersebut belum memiliki pengalaman mengelola bandara.

Bagikan berita ini!
  • 1
    Share
loading...