Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Sangatta

Pelaku UKM dan Koperasi Terus Menurun  Sejak 2010, Dana Pinjaman 600 Juta dari Pemkab Belum Terserap Maksimal 

Published

on

Dibaca normal 1 menit

SANGATTA – Usaha Kecil Menengah (UKM) dan koperasi merupakan salah satu usaha yang dapat mendorong perekonomian masyarakat meningkat. Namun faktanya, pelaku UKM dan koperasi di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus saja mengalami penurunan.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM (Diskop-UKM) Kutim, M Husaini mengungkapkan, pada 2017 lalu jumlah koperasi dan UKM sebanyak 1.652. Namun tahun ini, sisa 1.070. Artinya jumlah kedua usaha tersebut tahun ini terus mengalami penurunan.

“Penurunan tersebut diakibatkan banyak yang tidak aktif lagi. Bahkan yang koperasi ada yang masuk dalam daftar pembubaran karena tidak melaksanakan rapat anggota selama dua tahun,” ungkapnya belum lama ini.

Husaini menuturkan, sejatinya untuk UKM dan koperasi, ada Rp 600 juta dana pemerintah yang dititipkan ke Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Namun hingga kini, serapan oleh keduanya masih kurang. Karena menurut Husaini, usaha yang ditekuni UKM banyak yang dinilai kurang prospek berdasarkan hasil survei BPR, dan dikhawatirkan tidak mampu membayar angsuran.

“Dana itu sudah digulirkan sejak 2010. Tahun ini baru tiga pelaku usaha yang mendapat persetujuan pinjaman dari BPR, ini masih kurang. Dengan pelatihan dan pembinaan ini diharapkan ada peningkatan kerjasama antara UKM dan BPR,” tutur Husaini.

Dia pun mengimbau UKM, untuk meningkatkan kualitas produk, mulai perbaikan kemasan, strategi pemasaran, promosi, hingga pencantuman label halal untuk meyakinkan konsumen.

“Untuk meraih pangsa pasar yang lebih luas, kualitas produk UKM atau yang diproduksi koperasi harus ditingkatkan. Karena konsumen kini sangat teliti, contoh produk makanan, mulai dari rasa, sajian, kemasan, hingga pencantuman label halal mereka semua sudah paham,” pungkasnya. (ver)

Advertisement
Comments