Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Bontang

Puluhan TKA Dipulangkan Disnaker Perusahaan Diminta Lapor Kebutuhan Tenaga Kerja

Published

on

Dibaca normal 2 menit

BONTANG – Tindakan tegas dilakukan tim pengawas dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Kaltim kepada Tenaga Kerja Asing (TKA) yang belum memiliki izin lengkap. Tercatat, sebanyak 26 pekerja asing sudah dipulangkan.

“Hasil dari pengawasan dari provinsi, mereka sudah dipulangkan sebanyak 26 orang dan itu sebelum terjadi demo,” jelas Dinas Penanaman Modal, Tenaga Kerja, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMTK-PTSP) Bontang Puguh Harjanto saat ditemui di ruangannya, Rabu (8/8) kemarin.

Dijelaskan Puguh, setelah kesepakatan 5 poin dengan Aliansi Kaltim Bersatu (Alkab), pihaknya segera melakukan sidak ke lapangan dengan didampingi tim pemantau orang asing (Tim Pora). “Usai sidak juga kami menggelar rapat lagi dengan Alkab yang dan memutuskan agar semua perusahaan yang ada di PLTU agar melaporkan jumlah kebutuhan tenaga kerjanya,” bebernya.

Perusahaan lanjut dia, harus menyampaikan data real kebutuhan dan ketersediaan tenaga kerja di sana. Puguh menyatakan jika mereka sudah melaporkan secara transparan, masyarakat bisa mengetahui informasi kebutuhan tenaga kerja di sana. Sehingga diharapkan tidak ada lagi kecemburuan sosial dari masyarakat Bontang. “Sidak sudah, ke depan ada inspeksi lagi untuk rekonsiliasi data, untuk merespon dari pada harapan rekan kemarin yang melakukan aksi unjuk rasa,” ungkapnya.

Karena kewenangan TKA ada di pusat, baik itu Kartu Izin Tinggal Terbatas (Kitas), maupun Izin Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA). Kata Puguh, sepanjang mereka masih bekerja di sini, maka harus lengkap semua izinnya, baik itu Kitas ataupun IMTA. Jangan sampai hanya memiliki Kitas saja. “Mereka yang IMTA-nya belum ada maka diserahkan ke Imigrasi untuk dilakukan deportasi,” kata dia.

Soal keluhan upah kerja sambungnya, karena mereka sudah bekerja dan dikontrak, maka bisa dilaporkan ke DPMTK-PTSP Bontang dengan mengadukan di bidang Hubungan Industrial (HI). “Nantinya yang mengadu akan difasilitasi untuk dipertemukan dengan pihak perusahaan,” imbuhnya.

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments