Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Samarinda

Anggota Pansus Wawali Dibuat Meradang  Dua Kali Rapat Tatib Dibatalkan Tanpa Alasan Jelas

Published

on

Dibaca normal 2 menit

SAMARINDA – Anggota panitia khusus (Pansus) pemilihan Wakil Wali Kota (Wawali) Samarinda dibuat meradang. Sebabnya, sudah dua kali rapat pembahasan tata tertib (Tatib) pemilihan wawali dibatalkan. Terlebih pembatalan dilakukan secara sepihak dan tanpa alasan yang jelas dilakukan oleh pimpinan DPRD Samarinda.

Hal ini diungkapkan salah satu anggota Pansus Wawali Samarinda, Mursyid Abdul Rasyid, saat disambangi awak media di ruang kerjanya di DPRD Samarinda, Rabu (8/8) kemarin.

Mursyid mengatakan, pembatalan sepihak ini dilakukan Ketua DPRD Samarinda Alphad Syarif. Ia menilai, apa yang dilakukan Alphad selaku pimpinan dewan seakan melecehkan keberadaan anggota pansus.

“Jujur sudah dua kali pembahasan tatib mengenai penggantian wawali dibahas namun dibatalkan dengan alasan yang tidak jelas. Saya sebagai anggota pansus dan teman-teman merasa dilecehkan,” kata Mursyid.

Ia menerangkan, kalaupun rapat mau ditunda, maka pimpinan dewan harusnya melalui mekanisme dan tatib yang berlaku. Nyatanya pembatalan ini dilakukan secara sepihak.

“Harusnya hari ini (kemarin, Red.) rapat paripurna pengesahan tatib wawali. Namun dibatalkan tanpa ada sedikit pun informasi kepada kami. Harusnya melalui mekanisme banmus (badan musyawarah, Red.)  dan disampaikan di rapat pimpinan terlebih dulu,” katanya.

“Kemudian diterangkan apa permasalahannya. Namun, ini tidak dilakukan. Ini namanya melecehkan kinerja pansus tatib wawali yang menelan dana hingga ratusan juta,” sambung Mursyid dengan nada kesal.

Politisi Partai PKS itu menyebut, keberadaan DPRD Samarinda tidak bisa disamakan dengan perusahaan yang dengan begitu mudah mengambil keputusan tertentu. Menurutnya, lembaga legislatif adalah lembaga negara yang diatur dengan undang-undang.

Karenanya, setiap keputusan dan kebijakan yang diambil DPRD Samarinda sebagai lembaga perwakilan rakyat ditentukan dan diputuskan sesuai mekanisme dan aturan yang berlaku, serta bersifat kolektif kolegial.

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments