Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Samarinda

Gubernur Pastikan Masjid Kinibalu Selesai Akhir Tahun  Minta Polisi Tangkap Pedemo Jika Mengganggu Proyek

Published

on

Dibaca normal 2 menit

SAMARINDA – Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, Rabu (8/8) kemarin meninjau pengerjaan proyek pembangunan masjid di Lapangan Kinibalu, Samarinda. Orang nomor satu di Benua Etam itu memastikan, proyek yang memakan anggaran Rp 81,85 miliar itu rampung di akhir masa jabatannya.

Kata dia, siapapun yang berupaya menghalangi pengerjaan proyek tersebut, dapat diadukan pada kepolisian. Mantan Bupati Kutai Timur dua periode itu memerintahkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menangkap pelaku yang menyetop dan mengganggu jalannya proyek.

“Tidak boleh ada proyek pembangunan pemerintah yang dihalangi. Siapa yang menghalangi, tangkap dan serahkan pada polisi. Jangan pernah takut dengan orang demo. Orang-orang itu pemikirannya sempit. Ada kepentingan-kepentingan,” sebut Awang Faroek.

Kepada Kepala Satpol PP Kaltim, Gede Yusa, Awang meminta proyek masjid itu diamankan. Sehingga pekerja tidak merasa terganggu karena diusik oleh oknum warga.

“Kalau ada yang meneror, segera tangkap orangnya. Kita tidak boleh mengalah (dengan mereka). Kalau pemerintah mengalah dengan orang-orang seperti itu, kita tidak akan bisa membangun,” katanya.

Awang mengaku heran dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Samarinda yang tidak kunjung memberikan rekomendasi pengurusan Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Padahal FKUB provinsi telah menyetujui pendirian masjid tersebut.

“FKUB Samarinda kok menghalangi? Apa motifnya? Kalau ada masalah, datang baik-baik ke saya. Jangan main di pers,” tegas Awang Faroek.

Dia meyakini seluruh warga setempat sepakat dengan pembangunan masjid di Lapangan Kinibalu. Bahkan dirinya telah melihat secara langsung, semua ketua RT membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk persetujuan pembangunan masjid.

Karenanya bagi warga yang masih keberatan dengan pembangunan masjid tersebut, dapat menggugatnya di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). “Siapa pun orangnya, akan berhadapan dengan saya. Silakan gugat gubernur. Saya berbuat ini demi masyarakat umat muslim Samarinda,” tegasnya.

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments